Sahabat Sehat, kamu suka makan buah ngga? Buah merupakan pangan yang sehat karena mengandung banyak serat dan vitamin. Sayangnya buah termasuk jenis pangan yang ngga tahan lama. Seringkali, buah disimpan di kulkas untuk menjaga kualitasnya, tapi ternyata ngga semua jenis buah cocok untuk disimpan di kulkas, loh. Penyimpanan buah yang salah justru membuat buah jadi semakin cepat rusak dan akhirnya terbuang.

Mengenal Jenis Buah
Berdasarkan proses pematangannya, buah dapat dibagi menjadi buah klimaterik dan non-klimaterik. Buah klimaterik merupakan buah yang masih terus mengalami proses pematangan setelah dipanen karena adanya peningkatan laju respirasi dan produksi etilen (hormon pematangan buah). Sebaliknya, buah non-klimaterik merupakan buah yang ngga lagi mengalami pematangan setelah dipanen dan akan langsung masuk ke proses pembusukan. Apel, alpukat, pisang, mangga, melon, dan pepaya merupakan beberapa contoh buah klimaterik, sedangkan jeruk, stroberi, anggur, dan nanas termasuk buah non-klimaterik.
Etilen dalam buah bisa dihambat untuk mencegah proses pematangan dan pembusukan buah. Mulai dari perubahan fisik hingga perubahan kimia pada buah, seperti tekstur yang menjadi lembek, degradasi klorofil (warna hijau menjadi merah atau jingga), dan pemecahan pati menjadi gula sederhana.
Cara Menyimpan Buah Klimaterik dan Non-Klimaterik
Penyimpanan pada suhu rendah bisa menghambat etilen sehingga dapat memperpanjang umur simpan buah. Tapi, buah yang disimpan pada suhu terlalu rendah, justru bisa mengalami kerusakan atau chilling injury yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hitam dan tekstur yang menjadi lembek.
Setiap buah punya batas suhu penyimpanan masing-masing. Misalnya untuk pisang, buah klimaterik ini sangat rentan terhadap penyimpanan suhu rendah karena akan menjadi hitam dan lembek. Pisang ngga boleh disimpan di suhu lebih rendah dari 12-14°C.

Pada proses pematangan buah, terjadi pemecahan pati menjadi gula sederhana yang bisa meningkatkan rasa manis dari buah tersebut. Jadi, buah klimaterik seperti alpukat, pepaya, mangga, yang masih belum matang bisa disimpan di suhu ruang supaya cepat matang dan menjadi lebih manis. Sedangkan buah non-klimaterik sudah matang ketika dipanen. Setelah matang, sebaiknya buah segera dikonsumsi atau disimpan di kulkas untuk mencegah pembusukan.
Buah yang sudah matang dan yang belum matang juga lebih baik ditempatkan secara terpisah. Hal ini dikarenakan gas etilen yang diproduksi bisa memengaruhi buah-buahan lain yang berada di sekitarnya.
Teknologi Memperpanjang Umur Simpan Buah
Selain mengontrol suhu penyimpanan, ada pula teknologi lain yang juga banyak dikembangkan untuk memperpanjang umur simpan buah-buahan, seperti pelapisan buah dengan edible coating. Penggunaan kemasan MAP (Modified Atmosphere Packaging) juga baik untuk mempertahankan kualitas buah karena laju respirasinya lebih terkontrol. Selain itu, ada pula perlakuan pencucian dengan air panas dan penyikatan, serta perlakuan dengan sinar LED untuk membuat buah lebih tahan lama.
Itu dia penjelasan mengenai cara menyimpan buah sesuai dengan jenis dan sifatnya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Dalam artikel ini, penjelasan mengenai buah klimaterik dan non-klimaterik sangat informatif. Apakah Anda bisa memberikan contoh lain dari masing-masing jenis buah dan bagaimana sebaiknya kita menyimpannya untuk menjaga kualitas dan kemanjuran?
Bagaimana Anda dapat memastikan kualitas buah saat disimpan dengan teknologi seperti edible coating atau MAP (Modified Atmosphere Packaging)? Tel U
bagus
Magister Informatika