Bagaimana Dampak Perubahan Iklim bagi Kesehatan?

Halo Sahabat Sehat! Belakangan ini topik mengenai perubahan iklim banyak diperbincangkan. Ngga hanya memberikan dampak buruk bagi lingkungan, tapi secara ngga langsung juga berpengaruh bagi kesehatan. Kira-kira apa ya, dampaknya bagi kesehatan? Yuk, simak pembahasannya!

Sekilas tentang Perubahan Iklim

dampak perubahan iklim bagi kesehatan
Foto: Freeppik.com

Dalam 130 tahun terakhir, suhu di bumi mengalami peningkatan. Kenaikan permukaan air laut, melelehnya es di kutub, hingga perubahan cuaca merupakan dampak-dampak dari peningkatan suhu tersebut. Penyebabnya? Utamanya akibat ulah manusia sendiri. Penggunaan bahan bakar fosil meningkatkan pembuangan karbondioksida dan gas rumah kaca lainnya ke udara. Akibatnya, gas-gas tersebut terjebak di lapisan bawah atmosfer dan mengakibatkan perubahan iklim global. Hal tersebut bisa berdampak bagi kehidupan, salah satunya terkait kesehatan.

Perubahan Iklim dan Kesehatan

Mulai dari suhu yang ekstrem hingga perubahan pola hujan, ternyata bisa menyebabkan berbagai dampak kesehatan. Pada suhu yang ekstrem, penyakit jantung dan paru menjadi lebih rentan terjadi. Selain itu, polen atau agen penyebab alergi lainnya juga cenderung lebih tinggi keberadaannya dalam suhu panas. Hal tersebut menyebabkan peningkatan risiko terjadinya asma. Suhu yang meningkat dalam jangka panjang juga mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan. Asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan tersebut mampu mengakibatkan berbagai penyakit, terutama terkait masalah pernapasan.

Di sisi lain, perubahan iklim dapat berakibat pada perubahan pola hujan yang berisiko menyebabkan terjadinya banjir. Penurunan cadangan air bersih, peningkatan risiko penyakit yang menular lewat air, hingga peningkatan tempat hidup serangga penyebab penyakit. Selain itu, perubahan pola hujan dan kenaikan suhu dapat pula memengaruhi waktu panen dari tanam-tanaman. Dalam kondisi ini, penyakit lain akibat gizi kurang juga sangat rentan terjadi.

dampak perubahan iklim bagi kesehatan
Foto: Freepik.com

Terakhir, perubahan iklim juga bisa berakibat pada naiknya penyakit infeksi. Penyakit yang diakibatkan adanya vektor atau perantara (vector-borne disease) cenderung dipengaruhi oleh iklim, utamanya terkait kemampuan bertahan hidup ataupun berkembang biaknya perantara. Nyamuk menjadi salah satu contoh perantara jenis penyakit tersebut. Beberapa contoh vector-borne disease, di antaranya malaria, demam berdarah dengue, demam chikunguya, dan lain-lain. Selain iklim, hal lain yang memengaruhi penyebaran penyakit tersebut, diantaranya kondisi sosial-ekonomi, keberadaan tindakan pencegahan perantara, hingga akses ke fasilitas kesehatan.

Nah, jadi perubahan iklim ternyata memiliki dampak yang cukup besar bagi kesehatan, mulai dari peningkatan risiko penyakit jantung dan paru, hingga penyakit infeksi seperti malaria. Sudah seharusnya, Sahabat Sehat menjadi lebih sadar dan waspada akan kondisi ini. Jadi, yuk sayangi dan lindungi bumi dari perubahan iklim! 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

UN OCHA. World Humanitarian Day 2021. https://www.unocha.org/world-humanitarian-day-2021. Diakses 7 Agustus 2021.

WHO.  Climate Change and Health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/climate-change-and-health. Diakses 7 Agustus 2021.

CDC. Wildfires. https://www.cdc.gov/climateandhealth/effects/wildfires.htm. Diakses 7 Agustus 2021.

CDC. Diseases Carried by Vectors. https://www.cdc.gov/climateandhealth/effects/vectors.htm. Diakses 7 Agustus 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.