Tahukah kamu bahwa terdapat sekitar 60% ibu hamil dan menyusui yang menggunakan obat-obatan atau suplemen. Ngga sedikit pula yang memilih untuk mengonsumsi obat tradisional dan jamu untuk dikonsumsi selama kehamilan.
Biasanya, alasan yang didengar dari sebagian besar ibu yang mengonsumsi jamu yaitu untuk kesehatan bayi di dalam kandungan dan supaya persalinan menjadi lancar. Tapi, sebuah hasil penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Keperawatan membuktikan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara konsumsi jamu saat hamil dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Apa itu asfiksia? Kenapa asfiksia bisa terjadi karena konsumsi jamu saat hamil? Yuk simak penjelasannya di sini!

Apa itu asfiksia?
Asfiksia yang terjadi pada bayi baru lahir merupkan kegagalan bayi untuk mulai bernapas segera setelah lahir dengan teratur. Kondisi ini akan menimbulkan hipoksia atau rendahnya suplai oksigen di dalam tubuh. Jika ngga mendapatkan penanganan yang baik dan benar, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan sel otak, bahkan kematian.
Pernapasan spontan bayi baru lahir ditentukan oleh keadaan janin pada saat di dalam kandungan dan persalinan. Kebiasaan pemakaian obat, suplemen, maupun jamu secara sembarangan selama hamil bisa menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya cacat bawaan pada janin.

Kenapa minum jamu bisa sebabkan asfiksia?
Lalu, kenapa ya jamu ibu hamil bisa sebabkan asfiksia pada buah hati? Biasanya, kandungan zat dalam jamu yang dikonsumsi ibu hamil akan disalurkan melalui plasenta, sehingga embrio dan janin yang tumbuh bisa terpapar efek jamu tersebut. Hal ini memungkinkan adanya risiko pada pemakaian jamu selama kehamilan, baik terhadap janin dan ibu, maupun proses kehamilan. Besar kecilnya risiko tersebut beragam, tergantung pada jenis jamu, obat ataupun suplemen yang dikonsumsi, cara pemakaian, maupun kondisi dari ibu hamil dan janin itu sendiri.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa beberapa tanaman obat yang digunakan sebagai jamu ibu hamil bersifat oksitosik atau merangsang kontraksi rahim, sehingga bisa mengakibatkan perdarahan di rahim dan usus, pertumbuhan janin ngga normal atau lambat, hingga kematian janin. Mendengar hal tersebut Sahabat Sehat tentu perlu waspada terhadap penggunaan obat tradisional pada ibu hamil, mengingat keselamatan ibu dan janin di dalam kandungan.
Oleh karena itu, ibu hamil diharapkan bisa menerapkan perilaku sehat dan lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, karena bisa memengaruhi kondisi janin. Selain itu, penting bagi ibu hamil yang ingin mengonsumsi jamu untuk mengonsultasikan keinginannya kepada dokter dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan untuk meminimalisir risiko buruk yang akan terjadi.
Sahabat Sehat, itulah penjelasan dan jawaban mengenai hubungan konsumsi jamu saat hamil dengan asfiksia pada buah hati. Jangan lupa untuk bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang di sekitarmu, ya! Be in good health Sahabat Sehat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
