Konsumsi Obat saat Menyusui, Aman Ngga ya?

Halo Sahabat Sehat! Menyusui merupakan proses alamiah, yakni pemberian air susu ibu (ASI) dari ibu kepada bayi baru lahir hingga usia dua tahun. ASI memiliki kandungan zat gizi ideal untuk bayi, yakni berupa vitamin, protein, dan lemak yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Antibodi yang terkandung di dalam ASI bermanfaat bagi bayi dalam melawan berbagai jenis penyakit.

obat untuk ibu mneyusui
Foto: Freepik.com

Selama periode menyusui, bisa saja seorang ibu sakit, sehingga membutuhkan pengobatan tertentu untuk mengatasinya. Nah, apakah semua jenis obat aman diminum oleh ibu menyusui?

Obat yang ngga aman bagi ibu menyusui

Suatu obat bisa menjadi ngga aman bila diminum oleh ibu menyusui. Hal ini didasari oleh beberapa faktor, diantaranya obat bisa menghambat produksi ASI. Obat yang dikonsumsi juga berpotensi besar terserap dan masuk ke dalam ASI, sehingga efek dari obat tersebut akan berpengaruh terhadap bayi yang disusui.

Saat ibu mengonsumsi obat, zat dalam obat tersebut akan didistribusikan di dalam tubuh melalui sirkulasi pembuluh darah yang nantinya akan sampai pada ASI. Sebagian besar obat memang terdeteksi di dalam ASI, tapi biasanya hanya dalam konsentrasi yang rendah dan ngga berbahaya.

keamanan obat untuk ibu menyusui
Foto: Freepik.com

Contoh obat yang aman dan tidak

Ada beberapa contoh obat yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui, seperti amiodaron (obat jantung) dan gold salt (obat rematik). Kedua obat ini memiliki efek samping potensial yang bisa membahayakan bayi, seperti menyebabkan gangguan ginjal, abnormalitas darah, dan munculnya ruam.

Selain itu, obat lainnya yang ngga direkomendasikan yaitu obat kanker, antibiotik (tetrasiklin, kloramfenikol), obat migrain (ergotamin), retinoid oral, dan radioaktif. Sedangkan, obat-obatan yang relatif aman diminum oleh ibu menyusui, berupa parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri dan acyclovir sebagai obat antivirus.

Sahabat Sehat, uraian keamanan obat pada ibu menyusui menunjukkan bahwa obat bisa menembus ASI, sehingga gunakanlah obat secara baik dan bijak. Serta, penting juga untuk diketahui, sebagian besar obat memang sudah diketahui keamanannya untuk ibu menyusui, tapi selama saki, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu penggunaan obat dengan dokter.

Melalui pemeriksaan, ibu menyusui akan diberikan informasi mengenai manfaat dan risiko dari obat yang akan dikonsumsi. Ibu juga akan disarankan untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi bayi selama meminum obat. Apabila ditemukan tanda yang mencurigakan atau berbahaya, sebaiknya segera hubungi tenaga kesehatan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Hotham et al. 2015. Drugs in Breasfeeding. Australian Prescriber. Vol. 38

AAP. 2001. The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk. https://pediatrics.aappublications.org/content/108/3/776 Diakses 19 Desember 2021

Anonim. 2006. Pedoman Pelayanan Farmasi untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.