Whipping cream atau krim kocok memiliki image yang kurang baik di mata banyak orang. Rasanya yang sangat manis dan teksturnya yang berlemak membuatnya terkesan ngga menyehatkan. Padahal, krim ini sebenarnya memiliki beberapa kandungan yang bermanfaat bagi tubuh loh!
Kandungan gizi whipping cream
Krim kocok atau whipping cream terbuat dari susu murni dan kaya akan lemak dan beberapa jenis vitamin. Dilansir dari FoodData Central, kandungan yang ada dalam satu cangkir atau sekitar 120 gram whipping cream, yaitu 400 kcal energi; 3,14 protein; 43,3 gram lemak; 3,41 gram karbohidrat; vitamin A: 35% dari referensi kebutuhan harian atau RDI (Reference Daily Intake); vitamin D: 10% dari RDI; vitamin E: 7% dari RDI; valsium: 7% dari RDI; fosfor: 7% dari RDI; kolin: 4% dari RDI; dan vitamin K: 3% dari RDI.

Manfaat whipping cream bagi kesehatan
Sahabat Sehat, whipping cream mengandung berbagai jenis vitamin penting yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Semua jenis vitamin ini akan lebih mudah terserap oleh tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan lemak yang juga banyak terkandung dalam whipping cream. Selain itu, kandungan kolin dalam whipping cream diketahui penting untuk perkembangan dan metabolisme otak.
Bukan hanya itu, seperti produk olahan susu lainnya, whipping cream juga kaya akan kalsium dan fosfor yang bisa meningkatkan kesehatan tulang. Kandungan protein di dalamnya juga bisa melindungi dari pengurangan kekuatan dan massa tulang akibat penuaan.
Walaupun memiliki banyak kandungan bermanfaat, whipping cream juga mengandung banyak lemak jenuh yang diketahui bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Meskipun begitu, belum ada studi yang menemukan hubungan langsung antara konsumsi whipping cream dengan risiko penyakit jantung.
Sebaliknya, beberapa studi, salah satunya dari jurnal Nutrition Research justru menemukan bahwa produk olahan susu murni tinggi lemak, seperti whipping cream bisa menurunkan risiko penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Lebih lanjut lagi, whipping cream dianggap lebih menyehatkan bagi tubuh jika dibandingkan dengan produk pengganti krim lain yang rendah lemak namun tinggi gula, seperti krimer kopi.

Risiko mengkonsumsi whipping cream
Konsumsi whipping cream secara berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko demensia, kanker payudara, dan kanker prostat. Selain itu, kandungan kalorinya juga cukup tinggi, jadi berpotensi melebihi kebutuhan kalori harian.
Supaya bisa mengonsumsi whipping cream secara sehat, disarankan untuk membatasi konsumsinya hingga maksimal 20 gram per hari. Kandungan lemak jenuh di dalamnya seharusnya hanya memenuhi maksimal 7-10% dari total makanan yang dikonsumsi dalam sehari.
Kesimpulannya, whipping cream meerupakan produk olahan susu yang tinggi kalori tapi juga kaya akan lemak sehat, vitamin, dan mineral. Konsuminya aman, asalkan ngga berlebihan. Biasanya, produk krim kocok ini digunakan dalam jumlah sedikit sebagai campuran makanan atau minuman, jadi kamu ngga perlu khawatir jika mengonsumsinya dalam porsi yang cukup.
Whipping cream ini banyak kegunaannya loh, kamu bisa memanfaatkannya sebagai campuran dari berbagai resep makanan penutup dan minuman kekinian yang sedang tren. Selamat mencoba!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
