Sahabat Sehat, kamu mungkin sebelumnya sudah pernah mendengar ya tentang intoleransi laktosa. Ya, ini adalah salah satu bentuk kondisi yang umum di dunia. Intoleransi laktosa ini terjadi ketika tubuh ngga mampu sepenuhnya mencerna laktosa, jenis gula yang utamanya ditemukan dalam susu dan berbagai produk olahannya. Nah, kira-kira apa ya gejala dan penyebab dari intoeransi laktosa ini?

Gejala Intoleransi Laktosa
Gejala dari intoleransi laktosa ini biasanya mulai muncul dalam hitungan 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Intoleransi laktosa ini tergolong ringan dan gejalanya juga umumnya hanya membuat ngga nyaman tapi tidak berbahaya.
Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah buang angin, diare, perut kembung, kram atau sakit di bagian perut, perut berbunyi, mual, muntah, dan konstipasi. Tingkat keparahan gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang.
Ada orang yang mampu minum segelas susu tanpa memicu gejala apapun. Tapi, ada juga orang yang bahkan ngga sanggup minum susu yang sudah dijadikan campuran, seperti dalam teh atau kopi.
Penyebabnya
Intoleransi laktosa terjadi ketika usus kecil dalam tubuh ngga cukup memproduksi sebuah enzim bernama laktase yang bertugas mencerna laktosa. Enzim ini perannya sangat penting terutama pada bayi yang butuh mencerna ASI. Meskipun begitu, seiring bertambahnya usia, produksi enzim laktase bisa semakin berkurang, ini disebut intoleransi laktosa primer.
Setelah dewasa, sekitar 70% orang bahkan tidak lagi memproduksi cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa dalam susu dengan baik. Beberapa orang juga bisa mengalami intoleransi laktosa sebagai efek samping setelah operasi atau karena penyakit pencernaan akibat infeksi virus dan bakteri, ini disebut intoleransi laktosa sekunder.
Selain itu ada juga orang yang menderita intoleransi laktosa karena kelainan sejak lahir atau yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Kalau tubuh kekurangan laktase, laktosa yang kamu konsumsi ngga akan diproses dan diserap, melainkan langsung masuk ke usus besar. Nah, di dalam usus besar inilah bakteri normal akan berinteraksi dengan laktosa yang belum dicerna sehingga menyebabkan gejala seperti disebutkan di atas.

Bagaimana Mengatasinya?
Sebenarnya tidak ada obat yang bisa mengobati intoleransi laktosa, tapi menghindari makanan atau minuman yang mengandung laktosa biasanya bisa membantu mengontrol gejalanya.
Beberapa contoh makanan yang memiliki kadar laktosa tinggi adalah susu, krim, dan es krim. Meskipun begitu, beberapa orang ada yang lebih bisa menoleransi produk hasil olahan susu fermentasi, seperti keju dan yoghurt.
Sebagai gantinya, kamu bisa mencari produk susu yang ngga mengandung laktosa atau mengkonsumsi produk susu nabati dari berbagai bahan seperti kedelai, oat, almond, atau kelapa. Supaya ngga terjadi kekurangan zat gizi, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D.
Nah Sahabat Sehat, saking umumnya, intoleransi laktosa ini dialami hingga 70% orang di dunia loh! Kalau kamu merasa adalah salah satunya, sebaiknya kamu memastikan dulu sampai sejauh mana toleransi laktosa di tubuhmu karena munculnya gejala di tiap orang bisa berbeda-beda.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
