Hidrasi pada Ibu Hamil? Yuk, Cegah dengan ini!

Teman Sehat, tahukah kamu ibu hamil banyak mengalami dehidrasi? Yap, hal ini dikarenakan selama kehamilan terjadi beberapa perubahan, sehingga penting untuk kamu tetap terhidrasi. Kebutuhan air pada ibu hamil diperlukan untuk perkembangan si kecil. Lalu, gimana ya cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa manfaat minum air?

Dehidrasi merupakan salah satu sinyal, bahwa tubuh sedang berusaha mengatasi fungsi normalnya dengan meningkatkan asupan cairan selama kehamilan. Beberapa jaringan yang terbentuk saat hamil, membutuhkan asupan cairan, seperti plasenta dan kantung ketuban, sehingga penting bagi ibu hamil agar mengonsumsi cairan yang cukup.

Konsumsi air putih secara teratur, juga bisa meringankan gejala mual di pagi hari, gangguan pencernaan, mulas dan menjaga suhu tubuh agar tetap normal di iklim panas dan lembab. Selain itu, konsumsi air yang cukup, juga bisa mencegah infeksi saluran kemih yang sering terjadi selama kehamilan.

Gejala dan dampak dehidrasi

Dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan dan kram otot akibat suhu tubuh yang meningkat dan juga menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan. Kekurangan cairan ketuban bisa membuat janin mengalami perubahan fisik yang menyebabkan cacat lahir.

Pada saat dehidrasi, volume darah akan menurun dan kadar hormon oksitosin yang berfungsi mengatur kontraksi akan meningkat, sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur. Asupan cairan yang cukup juga bisa mengindikasikan bahwa ibu memiliki cadangan sebagai pengganti kehilangan darah selama persalinan. Berikut adalah gelaja dehidrasi:

  • Hidung dan mulut kering
  • Kelelahan dan sakit kepala
  • Urin berwarna gelap dan buang air kecil lebih jarang dari biasanya
  • Peningkatan suhu tubuh

Apa yang sebaiknya dikonsumsi?

  • Konsumsi cairan setidaknya 8-10 gelas setiap harinya. Semua minuman yang ngga mengandung alkohol seperti susu, jus buah, smoothie, dan minuman panas bisa dikonsumsi sebagai asupan cairan selain air putih.
  • Batasi asupan kafein, yaitu hanya 200 mg per hari selama kehamilan. Secangkir kopi instan mengandung sekitar 100 mg (sekitar 140 mg untuk kopi saring) kafein dan satu cangkir teh sekitar 75 mg kafein. Asupan kafein yang berlebih, membuat kamu sering buang air kecil, sehingga menyebabkan dehidrasi.
  • Membatasi minuman yang mengandung gula (termasuk jus dan smoothie yang mengandung gula alami), karena bisa menambah jumlah kalori yang signifikan.
  • Membatasi minuman yang bersifat asam seperti minuman bersoda, teh buah, dan jus, karena bisa meningkatkan risiko erosi gigi (terkikisnya permukaan gigi). Selama kehamilan, kerusakan gigi dan penyakit gusi berisiko lebih besar terjadi. Sehingga, diperlukan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluorinasi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai dehidrasi pada ibu hamil. So, jangan lupa lakukan tips di atas untuk mencegah dehidrasi, ya! Semoga bermanfaat, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *