
Di Indonesia, dan bahkan di seluruh dunia, ada banyak sekali mitos yang beredar tentang buah-buahan. Dari berbagai mitos tersebut, ada yang sudah terbukti benar dan ada juga yang sebaliknya. Nah, sekarang Sahabat Sehat coba lihat yuk beberapa mitos terkenal tentang makan buah, mungkin saja selama ini ada beberapa yang kamu percayai.
Jangan makan buah sebelum tidur
Secara umum, mengonsumsi makanan tepat sebelum waktu tidur memang bisa mengganggu siklus tidur. Tapi, dibandingkan dengan jenis makanan lain yang berat atau junk food, buah memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mempengaruhi kualitas tidur.
Misalnya, makanan yang memiliki kadar gula tinggi bisa meningkatkan kadar energi yang membuat kamu susah tidur. Sementara beberapa jenis buah-buahan seperti kurma dan aprikot yang kaya magnesium justru bisa membuat tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Selang waktu makan buah bagi penderita diabetes
Mitosnya, penderita diabetes harus memberikan selang setidaknya 1 sampai 2 jam sebelum atau sesudah makan berat untuk mengonsumsi buah. Mitos ini seringkali muncul karena penderita diabetes seringkali mengalami gangguan pencernaan, dan makan buah yang ngga bersamaan dengan waktu makan berat dianggap bisa mengatasi itu. Faktanya, belum ada bukti ilmiah yang bisa membenarkan mitos ini.
Dibandingkan makan buah secara terpisah, disarankan untuk makan buah bersamaan dengan makanan yang kaya protein, serat, atau lemak. Cara ini bisa membuat gula diserap lebih pelan oleh tubuh, sehingga mengarah ke kenaikan kadar gula darah yang lebih sedikit.
Makan buah paling baik di pagi hari
Mitos ini menganggap makan buah di pagi hari bisa membantu meningkatkan kadar gula darah dan mengaktifkan sistem pencernaanmu sebelum mulai beraktivitas. Faktanya, jenis makanan apapun yang mengandung karbohidrat memang bisa meningkatkan kadar gula darah, jadi ngga harus buah. Lagipula, sistem pencernaan bisa mencerna makanan kapanpun tanpa perlu diaktifkan terlebih dulu.
Jadi, sebenarnya ngga ada waktu yang terbaik untuk makan buah. Kapanpun waktunya, buah-buahan tetap baik untuk tubuh. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan ngga berlebihan.

Jus lebih sehat daripada buah utuh
Ada sebagian orang yang menganggap bahwa minum jus buah lebih menyehatkan dibandingkan makan buah utuh. Klaim ini didasarkan karena jus disebut lebih mudah dicerna dibandingkan buah-buahan.
Faktanya, belum bukti ilmiah yang menganggap hal ini benar. Bahkan walaupun jus buah tetap mengandung vitamin dan mineral dari buah segar, proses pembuatannya bisa menghilangkan serat alami yang terkandung dalam buah tersebut. Padahal, serat inilah yang bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama.
Buah segar dan kering punya kandungan sama
Faktanya, buah segar dan buah yang sudah dikeringkan memiliki kandungan yang berbeda. Buah segar kaya mineral dan vitamin C alami yang seringkali hilang atau berkurang kadarnya setelah melalui proses pengolahan bersuhu tinggi untuk dijadikan buah kering. Buah segar juga memiliki kandungan air yang lebih tinggi.
Sementara buah kering kaya akan vitamin, mineral, serat, gula alami, dan kalori. Konsentrasi gula dan kalorinya lebih tinggi dibandingkan buah segar karena kadar airnya jauh lebih sedikit.
Nah Sahabat Sehat, sekarang kamu sudah lebih tahu kan tentang kebenaran beberapa mitos tentang makan buah? Kamu pernah dengar mitos tentang makan buah lainnya? Kalau iya, yuk diskusikan di kolom komentar.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
