Makanan Pemicu Autoimun: Apa yang Harus Dihindari?

Makanan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan seseorang, tetapi dalam beberapa kasus, makanan dapat menjadi pemicu yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah makanan yang berpotensi memicu terjadinya reaksi autoimun dalam tubuh. Artikel ini akan membahas konsep makanan pemicu reaksi autoimun.

reaksi autoimun
Foto: Freepik.com

Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun adalah penyakit yang timbul karena kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing, sehingga sistem imunitas menyerang tubuh sendiri. Beberapa penyakit autoimun di antaranya, yaitu artritis rematoid, diabetes melitus tipe 1, penyakit Hashimoto, dan lupus eritematosus sistemik. Penyakit autoimun disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan yang tidak sehat. Perbaikan pola makan dapat dilakukan dengan mengurangi makanan yang dapat memicu timbulnya penyakit autoimun, berikut di antaranya.

makanan sehat
Foto: Freepik.com

Gluten

Gluten merupakan protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rye. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gluten dapat memicu sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan pada orang yang sensitif terhadap gluten. Oleh karena itu penderita autoimun sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kedelai dan kacang almond mengandung protein yang disebut lectin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lectin dapat memicu sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan pada orang yang sensitif terhadap protein, maka sebaiknya orang yang menderita penyakit autoimun sebaiknya menghindari makanan yang mengandung kacang-kacangan.

Gula

Gula dapat memicu peradangan pada tubuh dan memperburuk kondisi autoimun. Selain itu, gula juga dapat memicu peningkatan berat badan dan memperburuk gejala autoimun seperti nyeri sendi dan kelelahan, maka sebaiknya penderita autoimun menghindari konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula.

Makanan Olahan

Makanan olahan seperti sosis dan nugget mengandung bahan kimia dan pengawet yang dapat memicu peradangan pada tubuh. Selain itu, biasanya makanan olahan juga mengandung garam dan lemak jenuh tinggi yang dapat memperburuk kondisi autoimun. Hal ini dapat meningkatkan risiko beberapa komplikasi seperti resistansi insulin, obesitas, hipertensi. Oleh karena itu, penderita autoimun sebaiknya membatasi konsumsi makanan olahan.

Penderita autoimun disarankan untuk menghindari makanan yang memicu reaksi auto imun, misalnya dengan mengonsumsi makanan seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak seperti ikan dan ayam. Selain itu, sebaiknya membatasi makanan yang diolah dan mengandung bahan kimia supaya dapat mengurangi risiko autoimunitas melalui penurunan sitokin proinflamasi.

Itulah beberapa makanan yang dapat memicu terjadinya penyakit autoimun. Sahabat Sehat bisa menghindarinya dengan mengubah pola makan yang sehat dan alami.

Referensi

Samidah, I. (2023). HUBUNGAN SELF REGULATION TERHADAP KEKAMBUHAN PENYAKIT RHEMATOID ARHTRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTAL TAHUN 2023. Student Health Science Journal1(1).

Waidoba, S., Kudding, H., Abbas, M., & Tamalsir, D. (2023). GAMBARAN RHEUMATOID ARTHRITIS (RA) PADA LANSIA DI KELURAHAN ANTANG. Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan8(1), 65-70.

Kemkes. (2023). Gizi dan Penyakit Autoimun. 28 Maret. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2283/gizi-dan-penyakit-autoimun Diakses 30 Oktober 2023

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.