Halo Sahabat Sehat! Alat pelindung diri (APD) merupakan peralatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindunginya dari berbagai risiko kecelakaan atau dampak buruk bagi kesehatan. Kira-kira, apa saja bentuk APD dan apa saja fungsinya?

APD dan penggunaannya
APD menjadi salah satu bagian penting karena penggunaannya bisa mendukung pengguna supaya bisa bekerja dalam keadaan aman dan bertanggung jawab. Penurunan risiko berbahaya, seperti kontak bahan korosif, panas atau dingin yang ekstrim selama bekerja bisa diminimalisir dengan adanya APD. Cakupan APD seperti helm pengaman, sarung tangan, pelindung mata, pakaian, alas kaki, tali pengaman, hingga peralatan yang menunjang perlindungan terhadap pernapasan.
Asuransi Sosial Bidang Ketenagakerjaan melaporkan bahwa terjadi peningkatan angka kecelakaan kerja dari tahun 2016 hingga 2018. Laporan ini selaras dengan International Labour Organization (ILO) yang menyebutkan bahwa kecelakaan kerja di tempat kerja telah terjadi lebih dari 250 juta setiap tahunnya.
Angka kecelakaan kerja yang tinggi tentu bisa merugikan pekerja dan pihak pengguna jasa (perusahaan). Oleh karenanya, APD perlu disiapkan dan digunakan dengan tepat sebagai langkah meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja. Hal ini mengingat banyaknya risiko bahaya yang bisa terjadi di lingkungan kerja.
Kendali beragam potensi berbahaya di tempat kerja
Strategi yang tepat dalam mengendalikan potensi bahaya bisa diminimalisir melalui pengontrolan sumber bahayanya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara (1) menghilangkan, mengganti atau menyusun kembali komponen yang berisiko menjadi sumber bahaya; (2) mengubah serangkaian peralatan dan bahan berbahaya; dan (3) mengganti aturan dan mekanisme kerja.
Pengendalian lain yang dapat diupayakan adalah dengan penyediaan APD. Perlindungan pekerja tertuang dalam salah satu peraturan pemerintah, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) No. 1 tahun 1970 yang mengatur mengenai kewajiban pengguna jasa dalam menjaga keselamatan pekerja.
Penerapan pengendalian berbagai faktor tersebut harus bisa dipastikan bahwa pekerja telah mendapatkan pelatihan dengan benar, mengetahui cara mendeteksi bahaya, dan melaporkan setiap kesalahan apapun.

Alasan penting menggunakan APD
Fungsi APD adalah untuk melindungi pekerja terhadap bahaya baik yang bersifat fisika, kimia, maupun biologis. Bagian tubuh yang bisa terpapar bahaya yaitu pernafasan, kulit, mulut, dan selaput lendir (luka terbuka, mata).
Jenis APD tergantung pada aktivitas yang dilakukan dan tipe risiko bahaya yang ada di lingkungan kerja. Supaya penggunaannya memaksimal, pekerja wajib memahami penggunaan APD dengan benar, misalnya dengan cara mengikuti pelatihan.
Sahabat Sehat, melindungi diri selama bekerja itu penting untuk diperhatikan. Beragam potensi bahaya bisa muncul akibat pekerjaan yang menyebabkan masalah kesehatan. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
