Pernahkah kamu, khususnya para ibu, mendengar istilah growth spurt? Ternyata banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa pada waktu tertentu anak akan mengalami fase yang namanya growth spurt. Masa ini penting sekali dikenali karena seringkali disalahartikan cirinya. Maka dari itu, simak penjelasan di bawah ini, yuk!

Mengenal Ciri Growth Spurt pada Bayi
Growth spurt merupakan suatu fase ketika bayi mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dari keadaan normal. Pada fase ini, berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi akan bertambah lebih cepat. Meskipun waktunya berbeda-beda, tetapi pada umumnya growth spurt terjadi pada umur 7—10 hari, 2—3 minggu, 4—6 minggu, 3 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.
Ketika bayi mengalami growth spurt, ibu akan merasa lebih lelah dari biasanya sebab di fase ini terjadi perubahan pola yang mungkin bikin kaget. Saat lapar, bayi akan menjadi lebih rewel dan frekuensi menyusui juga menjadi lebih sering dibanding biasanya. Bayi ingin menempel terus dengan ibu, dan bahkan bayi juga terbangun di malam hari sampai ibu harus begadang.
Oleh karena itu, penting juga peran anggota keluarga lain untuk saling membantu pekerjaan rumah agar ibu tetap bisa beristirahat supaya tetap fit mengurus bayi. Tapi tenang Sahabat Sehat, fase ini tidak terjadi terus menerus, alias hanya beberapa hari saja pada umumnya.
Cara Menghadapi Growth Spurt pada Bayi
Perubahan tersebut kadang membuat ibu merasa khawatir dan merasa bersalah sampai stres karena merasa ASI-nya tidak cukup, sehingga tidak jarang ibu yang terpikirkan untuk menambahkan susu formula atau makanan tambahan lainnya. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia telah menyampaikan bahwa, ibu harus berpikiran positif bahwa ASI eksklusif nya akan cukup, sebab mengingat fase growth spurt ini merupakan situasi yang wajar.

Ibu juga tetap berpengan pada prinsip bahwa semakin sering ASI dikeluarkan, maka akan semakin banyak pula produksinya. Maka dari itu, sebenarnya fase growth spurt ini merupakan fase yang menguntungkan, karena produksi ASI-nya meningkat secara alami, sehingga dapat mempersiapkan kebutuhan ASI yang semakin banyak seiring bertambahnya umur si bayi.
Cukupi Asupan Makanan dan Cairan Ibu
Selain itu, penting juga bagi ibu untuk menjaga asupan makan sesuai dengan kebutuhan dan anjuran. Umumnya, seorang ibu menyusui butuh asupan gizi lebih dari 2.100 kkal per hari dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang dan memperbanyak asupan cairan untuk menjaga produksi ASI.
Pada intinya, tiap anak akan melewati fase growth spurt dan ibu yang lebih mampu mengenali perubahan pada anaknya. Tetap hadapi dengan tenang, kurangi stres, dan nikmati peran kamu sebagai ibu karena fase ini hanya sebentar dan pasti akan terlewati.
Tetapi jika bayi rewel terus menerus lebih dari jangka waktu pada umumnya, sebaiknya segera konsultasikan kepada ahlinya, ya sahabat sehat. Semoga Bermanfaat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
