Clostridioides difficile, Penyebab Diare Terkait Antibiotik

Apakah Sahabat Sehat pernah mendengar bakteri bernama Clostridioides difficile. Mikroorganisme ini merupakan bakteri penyebab diare yang berhubungan dengan konsumsi antibiotik. Lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

Tentang C. difficile

Clostridioides difficile (C. difficile) adalah bakteri berbentuk batang dan berspora, hidup dalam keadaan anaerobik. Bakteri ini merupakan penyebab infeksi utama diare yang berhubungan dengan layanan kesehatan dan merupakan penyebab meningkatnya diare di masyarakat. Infeksi C. difficile (CDI) telah menjadi ancaman kesehatan global karena frekuensinya yang meningkat pesat, morbiditas dan mortalitas yang signifikan.

minum obat
Foto: Freepik.com

Menurut CDC, terdapat sekitar 500.000 kasus CDI per tahun yang dikaitkan dengan 15.000 hingga 30.000 kematian. CDC memperkirakan terdapat 223.900 rawat inap akibat infeksi bakteri ini dan 12.800 kematian di Amerika Serikat pada tahun 2017.

Penyebab infeksi C. difficile

Sering terjadi setelah penggunaan antibiotik spektrum luas yang mengubah komposisi mikrobiota usus dan metabolitnya yang pada gilirannya mempengaruhi kekambuhan infeksi C. difficile. Dengan membentuk spora yang resisten dan kemampuan memproduksi racun, C. difcile menjadi penyebab terhadap beragam kelompok infeksi, mulai dari infeksi gastrointestinal ringan, dapat sembuh sendiri hingga infeksi parah yang mengancam jiwa, seperti megakolon toksik.

Selain penggunaan antibiotik, infeksi ini juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Ada sebuah penelitian yang meneliti jumlah bakter C. difficile pada berbagai jenis makanan dengan hasil prevalensi keberadaan bakteri pada seafood 10%, salad 6,1%; daging 5,6%; sayuran 5,5%; daging unggas mentah 6,1%; dan susu beserta olahannya sebesar 4,5%.

Faktor risiko terinfeksi C. difficile

Faktor risiko paling umum yang terkait infeksi ini adalah penggunaan/penyalahgunaan antibiotik spektrum luas. C. difficile seringkali resisten terhadap berbagai macam antibiotik dan pemberian antibiotik seperti klindamisin, sefalosporin, penisilin, dan fluoroquinolon menghilangkan bakteri kompetitif di usus besar dan mendorong pertumbuhan C. difficile. Oleh karena itu, orang lanjut usia, bayi, sistem kekebalan tubuh lainnya yang lemah, dan pasien yang menjalani terapi antibiotik adalah yang paling berisiko, meskipun kejadian infeksi pada ibu hamil, anak-anak, dan pasien dengan penyakit radang usus (IBD) juga meningkat.

antibiotik
Foto: Freepik.com

Cara cegah terinfeksi C. difficile

Nah, untuk mengurangi risiko terinfeksi Clostridioides difficile, Sahabat Sehat sangat disarankan untuk menghabiskan semua antibiotik yang telah diresepkan. Konsumsilah seperti yang tercantum dalam instruksi. Hindari untuk berbagi atau menyimpan antibiotik. Jangan berhenti minum antibiotik meskipun kamu sudah merasa lebih baik.

Selain itu, untuk mencegah penularan, rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian, perhatikanlah kebersihan dan sanitasi saat mengolah bahan makanan yang masih segar dan pastikan untul konsumsi makanan matang.

Sahabat Sehat, sekarang kamu sudah mengetahui bakteri ini dapat menyebabkan diare dengan faktor secara umum saat kamu mengkonsumsi antibiotik. Bijaklah, dalam mengkonsumsi antibiotik, juga dapat cegah dengan cara di atas.

Referensi

Borji, S., Kadivarian, dkk. (2023). Global prevalence of Clostridioides difficile in 17,148 food samples from 2009 to 2019: a systematic review and meta-analysis. Journal of Health, Population and Nutrition, 42(1), 36. Diakses 22 November 2023.

Nagarakanti, S., & Orenstein, R. (2023). Treating Clostridioides difficile: Could Microbiota-based Live Biotherapeutic Products Provide the Answer?. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10208241/. Diakses 22 November 2023.

Texas Department of State Health Services. Clostridioides difficile (C. diff). https://www.dshs.texas.gov/antibiotic-resistance-multidrug-resistant-organisms/clostridium-difficile-c-diff-infection. Diakses 26 November 2023.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.