Mitos atau Fakta: Perempuan Lebih Aman dari Stroke?

Halo, Sahabat Sehat! Tahukah kamu, stroke merupakan penyakit kedua penyebab kematian di dunia? Stroke adalah kerusakan pembuluh darah di otak akibat sumbatan atau pecah. Akibat dari stroke adalah kematian sel atau jaringan di otak karena terputusnya pasokan oksigen ke otak. Banyak anggapan bahwa stroke cenderung menyerang laki-laki sehingga perempuan lebih terbebas dari stroke. Bagaimana faktanya? Yuk, kenali stroke pada perempuan!

Foto: Freepik

Stroke Dapat Menyerang Siapa Saja

Menurut data Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023, 88 dari 1.000 laki-laki dan 79 dari 1.000 perempuan mengalami stroke di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan maupun laki-laki dapat terkena stroke. Perbedaan angka kejadian pada laki-laki dan perempuan dapat disebabkan oleh usia, hormon, hingga penyakit bawaan.

Fakta Stroke pada Perempuan

Faktanya, berdasarkan usia, kejadian stroke cenderung lebih rendah pada perempuan dibandingkan laki-laki sampai perempuan mencapai usia menopause. Artinya, perempuan cenderung lebih aman dari stroke hingga usia 55 tahun, sedangkan laki-laki mulai berisiko terkena stroke mulai usia 45 tahun. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang lebih tinggi pada perempuan dapat menjadi “pelindung” perempuan sebelum menopause dari stroke. Hormon estrogen berfungsi merelaksasi sel otot pada pembuluh darah yang dapat mengurangi risiko stroke. Perempuan yang sudah mengalami menopause mengalami penurunan kadar hormon estrogen, sehingga fungsi protektif tersebut menghilang dan menjadi lebih rentan terkena stroke.

Foto: Freepik

Faktor Risiko Stroke pada Perempuan

Beberapa faktor risiko hanya terjadi pada perempuan. Pertama, perubahan sistem pembukuh darah dan sistem imun saat hamil, serta hipertensi kehamilan membuat risiko stroke meningkat pada perempuan hamil. Kedua, pemakaian kontrasepsi oral berhubungan dengan peningkatan risiko stroke.

Periode reproduksi juga berkaitan dengan faktor risiko stroke pada perempuan. Periode reproduksi merupakan masa reproduktif perempuan dari menarche (awal menstruasi) hingga menopause (akhir menstruasi). Menurut penelitian, perempuan yang mengalami menarche lebih awal (≤10 tahun) dan lebih lambat (≥16 tahun) memiliki peningkatan risiko stroke masing-masing sebesar 27% dan 25%. Selain itu, perempuan yang mengalami menopause dini (40—44 tahun) mengalami peningkatan risiko stroke sebesar 49%.

Walaupun terdapat beberapa faktor risiko stroke yang unik hanya terjadi pada perempuan, faktanya, stroke dapat menyerang siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan stroke dan bisa terjadi pada siapa saja adalah faktor gaya hidup, seperti kebiasaan makan, olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol, serta riwayat penyakit seperti diabetes, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Sahabat Sehat, jadi anggapan bahwa perempuan lebih aman dari stroke itu mitos, ya! Faktanya, stroke dapat menyerang siapa saja. Selain itu, kunci terbebas dari stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Ditulis Oleh: 

Amna Mufidah, S.Gz
Lulusan S-1 Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Mahasiswa Profesi Dietisien IPB University 2024

 

 

Referensi

[Kemenkes] Kementerian Kesehatan RI. 2023. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Kemenkes: Jakarta.

How Estrogen Affects Stroke Risk. https://www.healthline.com/health-news/estrogen-how-lifelong-exposure-may-reduce-the-risk-of-stroke#How-estrogen-affects-stroke-risk Diakses pada 3 Januari 2025.

Mishra SR, Chung HF, Waller M, Dobson AJ, Greenwood DC, Cade JE, Giles GG, Bruinsma F, Simonsen MK, Hardy R, Kuh D. 2020. Association between reproductive life span and incident nonfatal cardiovascular disease: a pooled analysis of individual patient data from 12 studies. JAMA cardiology. 5(12):1410-8. https://jamanetwork.com/journals/jamacardiology/article-abstract/2770502

Yoon CW, Bushnell CD. 2023. Stroke in Women: A Review Focused on Epidemiology, Risk Factors, and Outcomes. Journal of Stroke. 25(1): 2-15.
https://synapse.koreamed.org/articles/1516081122

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.