Benarkah Night Owls Lebih Beresiko Terkena Asma dan Alergi?

Halo Teman Sehat! Apakah kamu termasuk seorang night owlNight owls merupakan sebutan yang umum digunakan untuk orang-orang yang terbiasa bangun di malam hari. Bagi beberapa orang, tidur di malam hari merupakan kegiatan yang cukup sulit dilakukan, terutama bagi mereka dengan pekerjaan yang mengharuskan untuk terjaga di malam hari. Atau, apakah kamu menjadi night owl dan begadang sekedar untuk bermain video game dan menyelesaikan series favorit?

Beruang, Komputer, Malam, Ungu, Gelap, Kamar, Rusak

Lantas, kenapa memilih menjadi night owl harus dipertimbangkan lagi? Apa benar begadang bisa berpotensi menyebabkan asma dan alergi?

Resiko yang lebih besar

Sebuah penelitian dilakukan untuk menguji adanya hubungan pola tidur remaja dengan resiko terkena asma dan alergi. Studi yang melibatkan 1.684 remaja berusia 13 dan 14 tahun di Bengal, India ini memperkuat adanya keterkaitan pola tidur dengan sistem pernapasan. Penelitian tersebut dilakukan dengan menanyakan adanya gejala alergi rhinitis seperti bersin dan pilek, asma, serta berbagai pertanyaan mengenai pola tidur.

Para peneliti juga mempertimbangkan hasil yang diperoleh dengan beberapa faktor lainnya seperti daerah tempat tinggal, hewan peliharaan, keturunan dan ada tidaknya paparan asap rokok di lingkungan mereka. Dari hasil tersebut diperoleh data bahwa 23,6% remaja yang gemar tidur malam dilaporkan menderita asma, sedangkan mereka yang tidur lebih awal hanya memiliki persentase sebesar 6,2%.

Melatonin, asma dan alergi

Ternyata, remaja yang lebih suka begadang memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita asma dan alergi. Salah satu faktornya adalah seorang night owls lebih sering terpapar cahaya lampu saat malam. Baik dari lampu, cahaya pada smartphone, televisi, maupun komputer ternyata dapat menghambat terbentuknya melatonin atau hormon tidur.

Melatonin merupakan hormon yang diproduksi pada bagian kelenjar pineal di otak, dan juga dapat ditemukan pada bagian mata, sumsum tulang belakang serta usus. Hormon ini bekerja untuk mengatur rutinitas pada tubuh seperti waktu tidur dan waktu bangun. Melatonin ini juga menjadi salah satu senyawa peningkat imunitas tubuh dan memiliki pengaruh yang besar terhadap penyakit asma dan alergi. Meskipun begitu, tidak dapat dikatakan secara langsung bahwa tidur malam merupakan penyebab utama terkena penyakit asma dan alergi. Keterkaitan keduanya berada pada aktivitas hormon melatonin.

Ternyata bukan hanya asma dan alergi, kebiasaan seorang night owls juga bisa menimbulkan gejala gangguan kesehatan lain. Menurut penelitian lainnya, kecenderungan untuk tidur larut malam beresiko terhadap kesehatan jantung, dan metabolisme tubuh. Terjaga di tengah malam juga dapat memicu timbulnya gejala depresi pada seseorang. Pola tidur yang berantakan akan mengganggu mood dan membuat seseorang menjadi lebih mudah lelah.

Nah, apakah Teman Sehat akan tetap memilih menjadi night owls? Yuk, kita kurangi begadang jika tiada gunanya dan biasakan pola tidur yang sehat!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.