Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa diabetes termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Seorang diabetisi akan hidup berdampingan dengan diabetes seumur hidupnya. Tenang saja, meskipun tidak bisa disembuhkan, penyakit ini dapat dikontrol sehingga diabetisi dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi ke penyakit lainnya. Diabetes yang terkontrol menjadikan diabetisi tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti orang sehat pada umumnya.
Diabetes yang terkontrol sangat erat kaitannya dengan pengaturan pola makan atau diet yang sehat. Makanan dapat sangat berpengaruh terhadap naik dan turunnya gula darah di dalam tubuh seseorang. Bahkan, pola makan yang sehat dikatakan menjadi kunci utama dari perawatan diabetes.

Sebagian dari Sahabat Sehat mungkin akan berpikir skeptis terkait diet, seperti harus makan makanan yang tawar, harus direbus, atau bahkan tidak diperbolehkan makan makanan kesukaan lagi sama sekali. Kenyataannya tidak seperti itu ya, Sahabat Sehat.
Lalu, pola makan seperti apa yang tepat bagi seorang Diabetisi? Kementeriaan Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengatur pola makan bagi diabetisi dengan prinsip 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis). Yuk, Sahabat Sehat Simak bersama!
Jadwal
Jadwal yang tepat merujuk pada konsistensi frekuensi seorang diabetisi dalam mengonsumsi makanan yaitu sebaiknya makan utama 3 kali sehari dan makanan selingan 2 kali sehari secara rutin. Penelitian menunjukkan diabetisi yang mempunyai jadwal makanan teratur dan tidak melewatkan waktu sarapan menunjukkan kontrol gula darah yang lebih baik. Makan dengan interval jarak waktu yang sama yaitu sekitar 4—5 jam antara waktu makan satu dengan lainnya menurunkan kemungkinan gula darah yang fluktuatif dan memberikan waktu yang cukup pada makanan untuk dicerna dan dimetabolisme oleh tubuh dengan baik.

Jumlah
Prinsip kedua adalah jumlah. Terdapat cara mudah mengetahui porsi harian dengan Isi Piringku milik Kemenkes. Diabetisi dapat mengikuti tips berikut yaitu mengisi setengah dari piring dengan sayur-sayuran yang tidak berpati (semua sayur, kecuali kentang, kacang-kacangan dan polong-polongan, jagung), ¼ bagian dari piring diisi dengan sumber protein seperti daging ayam/sapi/telur/ikan, dan ¼ piring diisi sumber karbohidrat. Pilih karbohidrat kompleks, seperti jagung, kacang, roti, nasi putih atau nasi merah, dan lainnya. Diabetisi juga dapat mencari pendampingan dari dietisien/nutrisionis kepercayaan.
Jenis
Pemilihan jenis makanan lebih sering mengonsumsi makanan nabati atau yang berasal dari tumbuhan seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. Apabila konsumsi daging maka pilih daging tanpa lemak dan susu/produk turunan susu yang rendah lemak. Proses pengolahan makanan juga dipilih yang meminimalisir metode goreng terutama deep fried. Alternatif pengolahan lain dapat berupa kukus, rebus, panggang, bakar, dll. Makanan yang perlu dibatasi adalah makanan dan minuman dengan gula sederhana yang cukup tinggi karena cepat diubah menjadi glukosa darah.
Diet bagi diabetes ternyata tidak sulit ya, Sahabat Sehat. Asal dapat mengatur jadwal, jumlah, dan jenis makanan yang tepat maka diabetisi dapat mengontrol gula darahnya dengan baik, tentunya tetap disertai dengan pola hidup sehat dan dukungan obat apabila dibutuhkan. Jangan lupa bahwa kunci utama diet adalah konsistensi dan keberlanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Semangat dalam menjalani hidup sehat ya, Sahabat Sehat!
Ditulis Oleh:
Safrina Luthfia Aila, S.Gz
Penulis merupakan lulusan S1 Gizi di Universitas Diponegoro, Semarang yang saat ini sedang melanjutkan Pendidikan Profesi Dietisien di IPB University
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

