Jangan Cap Mie Instan Jahat Sebelum Kamu Baca 4 Fakta Ini

Tips Memasak Mie Instan Dengan Benar

Mie instan. Siapa sih yang nggak kenal dengan makanan satu ini?

Apalagi buat anak kosan. Bisa dibilang, makanan ini adalah teman akrab dan bak Dewa Penyelamat di akhir bulan, iya kan?

Tapi, kamu juga pasti sering dengar kan, bahwa banyak informasi miring yang beredar seputar makanan favorit kita ini. Seringkali, info-info itu membuat mie menjadi super jahat. Mulai dari isu kandungan lilin, sampai bahaya Monosodium Glutamate (MSG) pada bumbunya. Lalu benarkah itu semua? Yuk simak 4 fakta berikut!

1. Katanya, mie instan mengandung lilin

bahan-baku-lilin-dan-karet

Mengkilapnya makanan ini seringkali diisukan karena adanya kandungan lilin. Tapi faktanya, mengkilapnya mie instan bukan karena kandungan lilin, melainkan karena proses penggorengan (depp frying) pada saat mie instan diproduksi dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dan membuatnya lebih awet. Penggorengan menggunakan minyak tentu saja membuatnya terlihat mengkilap.

2. Katanya, mie instan membutuhkan waktu berhari-hari untuk dicerna

digestion

Pernah ada isu yang mengatakan bahwa makanan ini akan susah dicerna dan mengendap berhari-hari di perut. Ah, masa iya?

Faktanya, bahan dasar pembuatan makanan fovorit ini adalah tepung terigu dan tidak susah dicerna. Untuk membuktikan bahwa mie instan dicerna setelah mengonsumsinya adalah jika kamu merasa lemas karena belum makan, kemudian mengonsumsi mie instan, maka setalah makan akan terasa bertenaga kembali, iya kan? Hal itu membuktikan bahwa mie yang kita makan sudah dicerna dan menghasilkan energi.

3. Katanya, air rebusan mie instan berbahaya

083476500_1417741012-670px-Make-Instant-Noodles-Step-1

Banyak isu yang beredar yang menyatakan bahwa air rebusan mie berbahaya karena banyak zat pengawet yang larut di dalamnya, terbukti dengan warna keruh yang dihasilkan setelah merebus. Hmmm, emang iya?

Faktanya, warna keruh pada air rebusan tersebut adalah tepung terigu yang luruh. Kandungan pengawet memang benar adanya di dalam mie instan, namun jika sudah memenuhi standar label makanan yang aman, tentu saja pengawet yang terkandung masih dalam batas aman. Selain itu, di dalam air rebusan terkandung beberapa vitamin dan mineral yang larut air yang ada pada mie seperti vitamin B, zinc dan zat besi. Jadi, rugi dong kalau airnya dibuang.

4. Katanya, kandungan MSG pada bumbu mie instan berbahaya

msg

Mungkin isu ini yang paling ramai dibicarakan, iya ngga Teman Sehat?

Banyak isu miring seputar MSG, mulai dari menyebabkan pusing, sampai rusaknya otak, dan mie instan menjadi makanan yang terkena imbas isu ini karena adanya kandungan zat ini di dalam bumbunya.

Tapi faktanya, MSG merupakan penguat rasa pada makanan yang terdiri dari sodium (Natrium), air dan glutamate. Sodium biasa terkandung dalam garam dapur, sedangkan glutamate merupakan salah satu asam amino (protein).

Glutamate sendiri juga dibutuhkan tubuh untuk beberapa fungsi tertentu, namun sebagian orang ada yang mengalami alergi jika mengonsumsinya sehingga ada yang merasa pusing setelah mengonsumsi MSG.

Isu lain mengatakan bahwa MSG merusak otak yang dibuktikan dengan percobaan pada tikus. Namun sekali lagi isu tersebut tidak bisa dibenarkan karena pada percobaan tersebut MSG disuntikkan langsung, bukan dikonsumsi dan jika dikonverrsi ke dalam dosis manusia, MSG yang disuntikkan itu sangat banyak. Batasan konsumsi MSG sendiri untuk setiap individu berbeda-beda. Jadi, kalau kamu ngga ada alergi terhadap MSG, jangan katakan itu jahat.

Mie instan bukanlah makanan super yang mengandung semua zat gizi, sehingga konsumsi mie instan saja ngga cukup buat memenuhi kebutuhan gizimu.

Coba deh lihat lagi kemasan mie instan. Mie disajikan bersama sayur, telur/ayam lengkap. Begitulah seharusnya cara menyajikannya agar gizi seimbang tetap terpenuhi.

Mie instan sebagai sumber karbohidrat, sayur sebagai sumber vitamin dan mineral serta telur/ayam sebagai sumber protein.

Juga, bijaklah mengonsumsinya. Kandungan lemak dan natrium yang lumayan tinggi tentu saja tidak cocok buat kamu yang memiliki gangguan kesehatan seperti darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Apakah kamu penggemar makanan ini? Bagaimana tanggapanmu? Yuk, tuliskan di kolom komentar! (Agt)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.