Makanan ultra proses atau ultra-processed food (UPF) dirancang untuk memiliki rasa yang kuat dan tahan lama, sehingga biasanya akan diberikan banyak bahan tambahan makanan, seperti pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Sebagian besar makanan dan minuman kemasan yang beredar di pasaran kini juga telah melewati serangkaian pengolahan skala industri dan termasuk dalam kategori UPF. Tapi, benarkah ada kaitan antara mengonsumsi makanan ultra proses dengan kejadian stroke?

UPF dan Risiko Stroke
Ultra-processed food (UPF) adalah makanan yang telah melalui proses panjang dengan
penambahan berbagai bahan kimia untuk memperpanjang umur simpan, meningkatkan rasa, dan membuatnya lebih menarik secara visual. Proses pengolahannya yang intensif membuat UPF kehilangan sebagian besar zat gizi dan karakteristik alaminya, sehingga perlu ditambahkan bahan tambahan pangan, seperti pengawet, pewarna, perasa, dan penguat tekstur.
Tahukah Sahabat Sehat, menurut hasil studi yang dimuat dalam The Lancet Regional Health – Americas, kebiasaan mengonsumsi pangan ultra proses bisa meningkatkan risiko stroke hingga 3—15%? Salah satu alasan utama mengapa pangan ultra proses dikaitkan dengan stroke yaitu karena tingginya kandungan natrium di dalamnya.
Natrium ini tidak hanya berasal dari garam, tetapi juga dari bahan tambahan pangan, seperti pengawet, perasa, dan penguat rasa yang sering digunakan untuk meningkatkan umur simpan dan rasa makanan. Konsumsi natrium berlebih dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, atau dikenal sebagai hipertensi.
Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, karena membuatnya lebih rentan pecah atau tersumbat.
Secara tidak sadar, mengonsumsi UPF secara berlebihan sama saja dengan menumpuk risiko terjadinya hipertensi yang memicu stroke.
Batasi Konsumsinya
Membatasi konsumsi makanan ultra proses sebenarnya tidak sulit. Mulailah dengan memilih bahan makanan segar, seperti buah, sayur, ikan, daging, dan biji-bijian utuh. Contohnya untuk camilan, dibandingkan banyak mengonsumsi snack keripik kemasan Sahabat Sehat bisa mengonsumsi kacang panggang atau buah segar. Nah, untuk minuman, batasilah konsumsi minuman bersoda atau minuman manis kemasan. Perbanyaklah minum air putih atau jus buah tanpa tambahan gula.

Sebenarnya, bukan berarti tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman ultra proses sama sekali, hanya saja batasi dengan bijak konsumsinya. Misalnya, jika sebelumnya terbiasa mengonsumsi snack kemasan setiap hari, Sahabat Sehat bisa mengurangi konsumsinya menjadi hanya satu kali seminggu.
Saat membeli makanan atau minuman kemasan, pastikan Sahabat Sehat membaca label yang tertera pada kemasan untuk mengenali kandungan gula, garam, dan bahan tambahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Membiasakan memasak sendiri di rumah juga menjadi langkah besar untuk memastikan makanan yang Sahabat Sehat konsumsi bebas dari zat tambahan yang berlebihan dan berbahaya.
Dengan membatasi konsumsi pangan ultra proes secara bijak, Sahabat Sehat tidak hanya mengurangi risiko stroke tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Ditulis Oleh:
Odilia Rondang Mauli Simarmata, S. Gz
Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Profesi Dietisien IPB University
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

