Mengenal Etilen Oksida dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Pernahkah Sahabat Sehat mendengar tentang etilen oksida? Mungkin terdengar asing, namun belakangan ini etilen oksida atau yang biasa disingkat EtO ramai menjadi perbincangan setelah salah satu produk makanan ditarik dari pasaran karena terdeteksi mengandung residunya. Sebenarnya, apa itu etilen oksida dan seberapa berbahaya bagi kesehatan?

Apa Itu Etilen Oksida?

Etilen oksida merupakan senyawa kimia serbaguna bagi berbagai sektor industri, mulai dari produksi baterai untuk kendaraan listrik, bahan pendukung pertanian (pestisida, herbisida, dan ekstraksi minyak dari hasil pertanian), pemurnian gas alam dan pendukung transisi energi, serta pembuatan produk sehari-hari, seperti deterjen, plastik PET, dan produk tekstil. Zat kimia ini juga banyak digunakan sebagai bahan sterilisasi peralatan medis karena kemampuannya mensterilkan alat yang sensitif terhadap suhu tinggi.

Dalam bentuk gas, etilen oksida atau EtO mampu menembus hingga ke dalam sel lalu merusak materi genetik (DNA) kontaminan seperti, bakteri, jamur, dan serangga. Inilah yang membuat gas ini ampuh sebagai pestisida untuk membasmi kontaminan pada komoditas pertanian, seperti biji-bijian, rempah-rempah, dan kacang-kacangan.

Foto: Freepik

Namun, saat ini penggunaan etilen oksida sebagai pestisida telah dilarang di Indonesia. Larangan ini telah disampaikan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida. Bukan hanya Indonesia, sebagian besar negara di dunia, termasuk Uni Eropa, Australia, dan Taiwan, juga sudah melarang penggunaanya.

Apa Bahayanya bagi Kesehatan?

Badan kesehatan internasional seperti WHO menyatakan bahwa etilen oksida bersifat karsinogenik, artinya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Terpapar zat ini dalam jangka waktu panjang secara terus-menerus berisiko menyebabkan kanker sel darah putih, termasuk limfoma non-Hodgkin, mieloma, dan leukemia limfositik. Bukan hanya itu, paparan EtO juga diduga menjadi penyebab kanker payudara dan kanker perut.

Bagaimana Bisa Terpapar Etilen Oksida?

Risiko terbesar paparan etilen oksida dialami oleh pekerja industri yang secara rutin menggunakan zat ini sebagai bagian dari pekerjaan mereka, misalnya di fasilitas sterilisasi medis atau pabrik kimia. Orang yang tinggal di dekat pabrik penghasil atau pengguna EtO juga bisa terpapar melalui udara. Residu etilen oksida, seringkali juga tertinggal di barang, seperti peralatan medis atau kosmetik yang disterilkan menggunakan zat ini.

Kenapa Bisa Ada dalam Makanan?

Etilen oksida bukan bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan. Kontaminasi zat ini dapat terjadi akibat adanya residu yang tertinggal pada satu atau beberapa bahan baku yang disterilisasi secara kurang tepat.

Foto: Freepik

Meski Indonesia sudah melarang penggunaan etilen oksida sebagai pestisida, tidak semua negara memberlakukan aturan yang sama. Beberapa negara masih memperbolehkan penggunaan zat kimia ini dalam jumlah terbatas untuk keperluan sterilisasi komoditas hasil pertanian, seperti biji-bijian, rempah, dan kacang-kacangan. Kondisi ini membuka kemungkinan masuknya residu etilen oksida melalui bahan baku impor, seperti rempah atau bahan pengental (guar gum), yang sebelumnya telah diproses menggunakan zat kimia tersebut di negara asalnya.

Oleh karena itu, pengawasan ketat dari instansi terkait terhadap produk impor dan produk dalam negeri menjadi kunci utama melindungi konsumen dari paparan residu berbahaya ini. Meskipun begitu, kemungkinan paparan dari makanan yang terkontaminasi residu EtO jauh lebih rendah intensitasnya dibandingkan paparan pada pekerja yang berhubungan langsung dengan zat ini.

Sebagai konsumen, Sahabat Sehat dapat memantau informasi resmi dari BPOM mengenai adanya kemungkinan produk, baik makanan maupun minuman, yang tercemar residu etilen oksida. Pastikan untuk memilih produk yang telah dinyatakan aman, serta memiliki label dan izin edar yang jelas.

Referensi

ChemicalSafetyFacts.org. 2025. Ethylene Oxide. https://www.chemicalsafetyfacts.org/chemicals/ethylene-oxide/

Kementerian Pertanian RI. 2019. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019
Pendaftaran Pestisida
https://peraturan.bpk.go.id/Details/201255/permentan-no-43-tahun-2019

United States Environmental Protection Agency. Frequent Questions: Health Information About Ethylene Oxide
https://19january2021snapshot.epa.gov/hazardous-air-pollutants-ethylene-oxide/frequent-questions-health-information-about-ethylene-oxide_.html

Jones, R. R., Fisher, J. A., Medgyesi, D. N., Buller, I. D., Liao, L. M., Gierach, G., Ward, M. H., & Silverman, D. T. (2023). Ethylene oxide emissions and incident breast cancer and non-Hodgkin lymphoma in a US cohort. Journal of the National Cancer Institute, 115(4), 405–412. https://doi.org/10.1093/jnci/djad004

National Cancer Institute. Ethylene Oxide.
https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/substances/ethylene-oxide

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.