Kapan Sebaiknya Minum Air Ketika Berolahraga?

Halo Teman Sehat! Olahraga saat ini sudah menjadi rutinitas kebutuhan harian kita. Bagi sebagian orang, olahraga dapat menjadi suatu kebutuhan sehari-hari atau sekadar gaya hidup rutin. Namun, apakah Teman Sehat sudah paham kapan sebaiknya meminum air ketika berolahraga? sebelum atau sesudah olahraga? Air menjadi suatu komposisi tubuh yang penting mengingat bahwa air adalah penyusun utama tubuh. Ketika olahraga, sebaiknya minum air saja, air kelapa atau air berelektrolit, ya? Yuk simak artikel berikut ini!

Kapan sebaiknya minum air?

Air menjadi suatu zat krusial ketika olahraga. Asupan cairan yang adekuat saat olahraga membantu mencegah dehidrasi sehingga dapat menjaga kesehatan, keselamatan dan mengoptimalkan performa fisik ketika berolahraga. Sebuah penelitian dari jurnal Sports Medicine mengindikasikan bahwa dehidrasi dapat mengurangi kekuatan hingga 3% dan ketahanan hingga 10%.

Ternyata, untuk mendapatkan performa terbaik dan menghindari dehidrasi, seseorang dapat meminum air sebelum, ketika dan setelah berolahraga. Dimulai dengan 24 jam sebelum olahraga, seseorang dapat menjaga asupan airnya yaitu 2 liter per hari. Kemudian, 2 jam sebelum olahraga, minumlah 500 ml air untuk meyakinkan bahwa tubuh benar-benar terehidrasi dan dalam kurun waktu tersebut, memberikan tubuh jeda untuk mengekskresikan kelebihan air. Ketika olahraga, jumlah air yang dikonsumsi bergantung pada durasi olahraga, misalnya dalam interval 1 jam, seseorang dianjurkan untuk meminum 500 ml. Setelah berolahraga, jumlah air yang diminum bergantung pada tingkat kehausan, namun pastikan tidak minum air secara berlebihan. Hal yang perlu digarisbawahi adalah suhu air yang diminum. Minumlah air dengan suhu beberapa derajat lebih rendah dari suhu ruangan, misalnya air dengan suhu 15-22oC.

Minum air sebaiknya dilakukan sebelum, ketika dan setelah berolahraga.

Minuman apa yang sebaiknya dikonsumsi?

Jenis minuman yang dikonsumsi dapat bergantung pada durasi olahraga yang dilakukan. Studi yang dirangkum sebuah jurnal di Medicine and Science in Sports and Exercise, menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara konsumsi minuman manis dan air putih pada olahraga kurang dari 1 jam. Namun, jika olahraga yang dilakukan bersifat intensif dan lebih dari 1 jam, minuman manis diperlukan untuk menjaga oksidasi karbohidrat dan menunda rasa lelah.

Jenis minuman yang dikonsumsi bergantung pada durasi dan intensitas olahraga.

Jenis minuman juga tidak berpengaruh ketika dikonsumsi ketika olahraga dengan durasi 60 menit kebawah. Air putih biasa, air kelapa asli, air dengan serbuk air kelapa, dan minuman berelektrolit, semuanya dapat menggantikan cairan tubuh tanpa ada perbedaan yang berarti. Namun, sebagian orang merasakan perut kembung ketika mengonsumsi air kelapa asli dan air dengan serbuk air kelapa.

Teman Sehat tentu sudah paham kapan minum dan jenis minuman apa yang akan dibawa ketika olahraga nanti, bukan? Jadikan semangat berolahraga rutin untuk menjaga kesehatan ya, Teman Sehat! Selamat berolahraga!

 

 

Editor & Proofreader : Asiyah Mutmainnah, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *