Mengenal Gangguan Kepribadian Ambang

Teman sehat, pernahkan kamu merasa perasaanmu gampang berubah? Sering marah, sedih, cemas dan kecewa tak menentu yang cukup ekstrem? Bisa saja tanpa disadari, kamu atau orang disekitar telah mengalami kepribadian ambang. Apa itu gangguan kepribadian ambang? Nah, yuk simak penjelasan berikut ini.

Gangguan Kepribadian Ambang

gangguan kepribadian ambang
Foto: Pixabay.com

Gangguan Kepribadian Ambang atau Borderline Personality Disorder merupakan salah satu gangguan psikologis, ditandai dengan kepribadian yang ngga stabil seperti citra terhadap diri sendiri, hubungan dengan orang lain dan disertai dengan impulsivitas berlebih.

Seseorang dikatakan memiliki gangguan kepribadian ini bila kondisi terkait ketidakstabilan dan impulsivitas telah berlangsung lama, serta memiliki pola yang tetap berkaitan dengan diri sendiri dan lingkungan sosialnya. Gangguan psikologis ini bisa dikenali sejak remaja dan semakin terlihat jelas saat dewasa.

Penyebab

Penyebab gangguan kepribadian ambang salah satunya berasal dari pengaruh hubungan dalam keluarga. Misalnya seperti lingkungan keluarga yang kurang baik atau ngga kondusif semasa kecil, psikopatologi pada orang tua, sering diabaikan, kehilangan figur orang tua saat kecil dan mengalami kekerasan.

Kondisi tersebut menyebabkan hal traumatis kepada seseorang yang memicu terjadinya gangguan kepribadian ambang. Selain itu, kurangnya kemampuan untuk membangun hubungan dengan orang lain juga menjadi salah satu pemicunya.

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Ambang

Foto: Pixabay.com

Seseorang yang mengalami kondisi ini memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Ketidaksatabilan emosi seperti mengalami rasa senang, marah, sedih yang intens dan sering kali berubah-ubah. Saat kondisinya sedang ngga stabil, seseorang dengan gangguan kepribadian ini sangat rentan melakukan hal-hal diluar kendali yang bisa membahayakan dirinya dan orang lain.
  2. Memiliki keraguan terhadap identitas dan kemampuan dirinya seperti tujuan karir, nilai pribadi dan lain-lain.
  3. Memiliki hubungan yang ngga stabil dengan lingkungan sekitar, seperti keluarga, kerabat, maupun pasangannya. Mereka seringkali merasakan emosi yang cepat berubah dan takut ditinggalkan oleh orang sekitarnya.
  4. Melukai diri sendiri. Seseorang yang mengalami gangguan ini merasa depresi jika sesuatu ngga sesuai dengan harapannya. Bahkan bisa membuat mereka nekat untuk melukai diri sendiri hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri sebagai jalan keluar atas masalah yang dialami.
  5. Sering merasa kosong atau hampa yang kronis.

Teman Sehat, gangguan kepribadian ambang yang ngga ditangani dengan tepat bisa berisiko bagi kehidupan penderita dan lingkungan sosialnya. Jika kamu atau sekitarmu memiliki gejala seperti yang disebutkan tadi, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan psikolog, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Whibowo Christin. 2016. Penyebab Kepribadian Ambang. Journal Unika: Vol 15 No 1
http://journal.unika.ac.id/index.php/psi/article/view/594

Ratna Sari dkk. 2020. Dinamika Psikologis Individu dengan Gangguan Kepribadian Ambang. Jurnal Psikologi Udayana : Vol.7, No.2, 1623
https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/59044

Suprapto Maria. 2014. Dialectical Behavior Therapy: Sebuah Harapan bagi Individu dengan Gangguan Kepribadian Ambang. Journal Universitas UPH Surabaya
http://dspace.uphsurabaya.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/173

Karlina Dewi. Gangguan Kepribadian Ambang pada Wanita Muda. Majalah Kedokteran UKI : Vol 34 No 4
http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/1864

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.