Apakah Cukup hanya Mengonsumsi Buah dan Sayur?

Buah dan sayur merupakan bahan pangan yang mengandung zat gizi makro dan mikro yang baik bagi tubuh. Kelebihan dari bahan pangan ini yaitu kandungan zat gizi mikronya yang baik untuk tubuh, sehingga kamu dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayur secara rutin. Tapi bagaimana jika kamu hanya mengonsumsi buah dan sayur? Apakah baik bagi tubuh? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Ngga semua asupan gizi terpenuhi

Tahukah kamu, kandungan zat gizi makro seperti lemak dan protein di dalam buah dan sayur, ngga tersedia dalam jumlah yang besar? Yap, sehingga asupan kedua bahan pangan ini belum bisa mencukupi asupan kebutuhan zat gizi makro harian untuk tubuh.

Sehingga kamu perlu asupan zat gizi ini dari bahan pangan lain. Pada tubuh, lemak diperlukan sebagai sumber energi dan menjaga keseimbangan metabolisme. Sedangkan protein dibutuhkan untuk perbaikan jaringan yang rusak dan penting untuk tumbuh kembang tubuh.

Risiko penurunan asupan energi

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kamu membutuhkan simpanan energi yang cukup. Lelaki dewasa rata-rata membutuhkan 2400 – 2800 kalori, sementara perempuan dewasa membutuhkan 1800 – 2200 kalori. Kamu akan kesulitan mencapai angka ini jika hanya mengandalkan konsumsi sayur dan buah saja. Kekurangan asupan energi akan membuat kamu kehilangan fokus dan cepat merasa lemas.

Risiko kekurangan vitamin dan mineral

Seperti yang kamu tahu, sayur dan buah kaya akan vitamin dan mineral. Tapi, tahukah kamu beberapa vitamin dan mineral membutuhkan zat gizi makro sebagai pelarutnya, seperti vitamin A, yang akan mudah larut dalam lemak. Sehingga kamu perlu mengonsumsi makanan sumber lemak, seperti susu, minyak zaitun agar vitamin ini lebih bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan zat anti gizi pada sayur dan buah

Beberapa jenis sayur dan buah mengandung zat anti gizi yang bisa mengurangi atau menghambat penyerapan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan beberapa unsur zat gizi tertentu sama sekali ngga bisa diserap tubuh jika jumlah zat anti gizinya terlalu banyak.

Akibatnya metabolisme di dalam tubuhmu akan mudah terganggu. Salah satu contohnya yaitu kandungan zat oksalat yang terdapat pada bayam. Zat ini, jika terdapat belebih pada tubuh, bisa menimbulkan masalah dalam penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga perlu diketahui batasannya.

Risiko beberapa penyakit

Beberapa sayuran memiliki efek negatif jika dikonsumsi berlebihan, contohnya bagi penderita asam urat. Jika mengonsumsi sayur asparagus berlebihan, bisa meningkatkan kadar purin, pemicu asam urat pada tubuh. Contoh lainnya, jika berlebihan mengonsumsi apel, maka akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Sehingga bagi penderita diabetes disarankan agar mengonsumsi apel dalam jumlah yang cukup.

Lalu, berapa porsi yang dianjurkan?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 400 g /orang/hari. 250 g untuk porsi sayur dan 150 g untuk porsi buah. Bagi orang Indonesia, dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 g/orang/hari bagi anak balita dan anak usia sekolah. Sedangkan utuk remaja dan dewasa berkisar 400-600 g /orang/hari.

Nah, Teman Sehat itulah beberapa hal yang akan terjadi bila kamu hanya mengonsumsi kedua bahan pangan ini saja. Sayuran dan buah-buahan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tapi kamu tetap perlu mengonsumsi makanan beragam lainnya, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *