Sahur yang Baik dan Sehat, Bagaimana Aturan Dasarnya?

Halo Teman Sehat! Ngga terasa selama sebulan ke depan umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Supaya puasa kuat dan ibadah lancar, makan sahur ngga boleh dilewatkan. Tapi, makan sahur juga ngga boleh asal-asalan karena tetap perlu memperhatikan beberapa aspek demi menjaga kesehatan.

Nah, bagaimana sih makan sahur yang sehat dan dianjurkan itu? Nah, berikut basic rules nya!

1. Asupan air harus terpenuhi

Meskipun seharian berpuasa, rekomendasi minum air putih 2L atau setara dengan 8 gelas air per hari harus tetap terpenuhi. Oleh karena itu, Teman Sehat harus pandai mengatur konsumsi air selama sahur dan setelah berbuka. Nah, asupan air juga bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi. Dari golongan sayur dan buah misalnya mengonsumsi timun, tomat, melon, brokoli, jeruk, dan apel. Selain itu, makanan tinggi air juga bisa diperolah dari variasi teknik memasaknya, dibandingkan makan makanan yang digoreng atau tumis, Teman Sehat bisa memilih makanan berkuah seperti sop atau rebusan.

2. Makan sumber karbo

Salah satu tujuan dari makan sahur adalah mencegah rasa lapar dan menguatkan selama puasa di siang hari. Makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, dan kentang, akan menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Nah, jika memungkinkan, konsumsilah sumber karbohidrat yang kaya akan serat seperti gandum dan biji-bijian karena sumber karbo jenis ini lebih lambat dicerna dan diserap tumbuh sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Kandungan seratnya juga bisa mencegah konstipasi, berhubung risiko dehidrasi cukup tinggi selama berpuasa.

3. Pastikan sumber protein, sayur, dan buah terpenuhi. Batasi lemak!

Protein merupakan zat yang membangun dan menggantikan sel-sel tubuh. Selain itu, protein merupakan bahan baku enzim, hormon, dan senyawa kimia lainnya yang penting untuk fungsi normal tubuh. Buah dan sayur merupakan sumber beragam vitamin dan mineral yang masing-masing fungsinya vital bagi tubuh. Selama berpuasa, kecukupan akan zat-zat ini wajib dipenuhi. Nah, Teman Sehat harus membatasi makanan sumber lemak, seperti daging berlemak, kulit ayam, atau goreng-gorengan.

4. Hindari makanan yang merangsang saluran cerna

Teman Sehat harus menghindari makanan yang pedas dan bersantan. Tipe makanan ini bisa merangsang saluran cerna dan menyebabkan rasa tidak nyaman diperut. Selain itu, hindarilah makanan yang terlalu banyak mengadung penyedap atau MSG. Makanan ini bisa menyebabkan kita merasa haus dan dehidrasi.

5. Hindari makanan instant

Makanan instant menjadi pilihan banyak orang saat saat sahur karena kepraktisan dan variasinya. Sayangnya, makanan ini mengandung banyak MSG, pengawet, minyak, dan tinggi akan Natrium yang bisa berdampak buruk bagi tubuh. Kebayang kan kalau 30 hari makan makanan jenis ini terus-menerus? Sebaiknya Teman Sehat mulai menyetok bahan-bahan makanan alami dan melakukan food preparation, sehingga santap sahur tetap nikmat dan sehat.

Lima poin di atas adalah hal pokok yang harus diperhatikan saat makan sahur. Tujuannya adalah agar puasa dapat berjalan lancar dan kebutuhan tubuh akan zat gizi tetap terpenuhi. Apakah Teman Sehat punya tips lainnya?

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.