Beralih ke Alat Makan Kayu, Yes or No?

Hai, Sahabat Sehat! Apakah kamu juga mengikuti trend menggunakan alat makan kayu? Ngga terbatas pada sumpit bambu sekali pakai, tetapi set peralatan makan kayu mulai populer penggunaannya. Sangat wajar sih, selain terlihat lebih artistik dan memiliki nilai estetik tinggi, penggunaan material kayu juga dianggap lebih ramah lingkungan sebab kayu merupakan sumber daya alam yang bisa diperbaharui (renewable resource) dan mudah didaur ulang.

penggunaan alat makan kayu
Foto : Pexels.com

Meskipun demikian penggunaan peralatan makan kayu masih menjadi pro dan kontra, loh. Kayu dan bambu sendiri merupakan material yang mudah diperoleh, serta bisa diperbaharui dan terurai secara sempurna. Hal ini tentu menjadi nilai plus jika dibandingkan dengan peralatan makan plastik non-biodegradable baik dari segi kesehatan maupun segi keramahan lingkungan. Berbagai penelitian menunjukkan bahaya paparan bahan kimia dari plastik bagi kesehatan, sehingga penggunaan peralatan makan kayu sebagai pengganti peralatan makan plastik bisa menjadi solusi alternatif dan juga secara ngga langsung membantu mengurangi penggunaan sampah plastik yang menjadi masalah utama pencemaran lingkungan di era sekarang.

Regulasi Mengenai Penggunaan Material Kayu 

Terlepas dari nilai positif dan keuntungan penggunaan peralatan makan kayu, aspek higienis dan keamanan pangan menjadi kekhawatiran banyak orang. Beberapa negara, utamanya di Eropa penggunaan kayu sebagai material yang bersentuhan langsung dengan makanan diatur dalam “Regulasi (EC) No 1935/2004 oleh Parlemen dan Konsul Eropa pada 27 Oktober 2004 terkait material dan bahan diperuntukkan untuk kontak dengan makanan dan diatur lebih lanjut pada 80/590/EEC dan 89/109/EEC”. Dalam hal ini material termasuk kayu harus memenuhi syarat yang ditentukan untuk boleh digunakan seperti ngga berbahaya bagi kesehatan, ngga menyebabkan perubahan yang tak dapat diterima pada makanan dan ngga menyebabkan penurunan karakteristik makanan.

penggunaan alat makan kayu
Foto : Pexels.com

Bagaimana jika dilihat dari segi kesehatan?

Dari sisi kesehatan, penggunaan material kayu sering dikaitkan dengan keamanan mikrobiologi dari kayu dan proses pembuatan peralatan kayu. Peralatan makan kayu berpori dan cenderung menyerap air, sehingga dianggap kurang higienis dan baiknya digunakan jangka pendek. Concern lainnya, yaitu penggunaan cat pelitur kayu, peralatan makan kayu wajib dipelitur dengan pelitur khusus berstandar food grade, penggunaan pelitur yang ngga memenuhi syarat bisa berbahaya bagi kesehatan.

Faktor penting lainnya yaitu jenis kayu, kayu seperti cendana bisa mengontaminasi makanan dengan bau dan sisa getah yang ngga diinginkan. Perancis mengatur penggunaan jenis kayu dalam French Arente 15 November 1945 dan tercantum dalam French DGCCRF no 2012-93, yang menekankan peruntukkan kayu oak, akasia, kastanya untuk semua jenis makanan, serta kayu kenari, elm dan poplar untuk makanan padat.

beralih ke alat makan kayu, yes or no
Foto : Pexels.com

Terlepas pro-kontra di atas, tenang saja jika menggunakan alat makan kayu. Hingga sekarang belum ada hasil penelitian yang menunjukkan adanya cross-contaminated antara makanan dan peralatan makan kayu. Namun, bila menjatuhkan pilihan untuk menggunakan peralatan makan kayu, maka wajib untuk merawat peralatan makan kayu seperti mencucinya dengan air hangat dan menyemprotkan sanitiser lalu pastikan kering sebelum digunakan, pastikan kondisi pelitur baik saat digunakan, mengoleskan minyak beeswax secara berkala, dan bila terdapat cracked pada peralatan makan kayu segera ganti dengan yang baru untuk menghindari pertumbuhan dan penyebaran bakteri.

Nah, Sahabat Sehat. Bagaimana, jadi siap beralih ke peralatan makan kayu yang environmentally friendly dan aestetik? Yes or No, tetap di tangan kamu Sahabat Sehat. Semoga informasi ini bermanfaat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi
Aviat, F., Gerhards, C., Rodriguez-Jerez, J., Michel, V., Le Bayon, I., Ismail, R., Federighi, M. 2016.  Microbial safety of wood in contact with food: a review. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.