Benarkah Ada Kaitan antara Mialgia dan COVID-19?

Halo Teman Sehat! Apakah akhir-akhir ini kamu pernah mendengar hubungan antara nyeri otot atau mialgia dengan COVID-19. Berita ini menimbulkan kekhawatiran lainnya di masyarakat. Pasalnya,  nyeri otot bisa muncul kapan aja misalnya saat tubuh kelelahan, terlalu lama duduk di depan laptop, atau terbentur dengan benda keras. Nah, jangan-jangan nyeri otot sedikit, kamu malah berasumsi terkena Covid-19!

Apakah itu mialgia?

Dilansir dari Southern Pain and Neurological, mialgia adalah suatu kondisi yang menggambarkan nyeri otot dengan melibatkan bagian ligamen, tendon, dan jaringan lunak yang menghubungkan otot, tulang, dan organ. Gejala umumnya adalah kram otot dan nyeri sendi.

Banyak hal yang bisa menyebabkan kamu mengalami mialgia. Misalnya, saat kamu stres, terlalu banyak melakukan aktivitas berat, dan mengalami cedera atau trauma akibat kecelakaan. Nah, penyebab mialgia lainnya, meliputi:

  • Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS);
  • Fibromialgia;
  • Penyakit Lyme;
  • Lupus;
  • Sindrom nyeri myofascial;
  • Rheumatoid arthritis;
  • Mengalami penyakit tertentu, seperti hipertiroidisme, influenza, dan distonia.

Benarkah mialgia dan COVID-19 berkaitan?

Baru-baru ini, The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menambahkan delapan gejala COVID-19 baru ke daftar resminya. Selain demam, batuk kering, dan sesak napas, CDC juga mencantumkan kelelahan, hidung tersumbat atau meler, mual atau muntah, diare, sakit kepala, sakit tenggorokan, kehilangan fungsi indera perasa dan penciuman, serta nyeri otot (mialgia) sebagai tanda dan gejala infeksi virus corona.

Merujuk pada laporan WHO bulan Februari (2020), dari 55.924 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi oleh laboratorium di China, menemukan bahwa 14,8% pasiennya mengalami mialgia (nyeri otot) dan artralgia (nyeri sendi). Sebenarnya,  gejala ini masih kurang umum bila dibandingkan dengan demam (87,9%), batuk kering (67,7%), kelelahan (38,1%), dan sesak napas (18,6%). Namun, gejala mialgia sedikit lebih umum bila dibandingkan dengan sakit tenggorokan (13,9%), sakit kepala (13,6%), dan kedinginan/menggigil (11,4%).

Selain itu, hasil penelitian yang diterbitkan oleh Frontiers in Neurology menunjukkan bahwa pasien COVID-19 juga mengalami gejala yang merusak sistem otot dan tulang mereka, yaitu mialgia atau kelemahan otot. Alhasil, mereka ngga bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Bagaimana COVID-19 menyebabkan mialgia?

Mialgia juga sering disebabkan oleh peradangan otot (myositis), yang merupakan gejala umum jika tubuh terinfeksi virus.  Menurut Dr. Barzin yang diwawancarai oleh tim Health, nyeri otot akibat infeksi virus corona disebabkan oleh kerusakan jaringan otot yang diserang oleh virus itu sendiri. Mekanismenya melalui badai sitokin, kemudian memberikan sinyal ke otak, agar sistem kekebalan tubuh kamu bekerja. Aktifnya sistem kekebalan tubuh inilah yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan otot.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *