Benarkah Keputihan ‘Musuh’ Remaja Puteri?

Teman Sehat, bagi kamu yang berusia remaja, terkadang merasa tabu dengan pembahasan kebersihan reproduksi remaja. Yap, kebersihan reproduksi, khusunya bagi remaja puteri perlu diperhatikan, loh! Jika ngga diperhatikan dengan baik, risiko terkena penyakit reproduksi akan lebih besar, seperti keputihan. Yuk, simak cara mencegahnya!

Sex-hygyne

Menjaga kebersihan reproduksi (sex hygyne) merupakan hal yang penting bagi semua orang. Tujuannya agar terhindar dari penyakit reproduksi yang berbahaya seperti gonorhea, HIV/AIDS, herpes, dan sejenisnya. Selain beberapa penyakit yang disebutkan, keputihan juga menjadi fokus utama dalam kasus kebersihan reproduksi. Nah, peran penting sex hygyne bagi remaja puteri yaitu menjaga keseimbangan pH organ kewanitaan agar tetap bersih dan nyaman.

Keputihan

Menurut WHO, di Indonesia masalah ini memiliki prevalensi cukup tinggi yang biasanya dialami oleh remaja perempuan. Masih banyak yang mengabaikan dan menganggap keputihan adalah hal yang wajar. Padahal, kalau ngga ditangani  dengan segera, akan menimbulkan risiko kemandulan dan terjadinya fertilisasi (kehamilan) di luar rahim.

Keputihan normal pada remaja puteri memiliki ciri-ciri seperti berwarna bening, ngga berbau dan ngga menimbulkan rasa gatal. Sedangkan keputihan ngga normal (abnormal) memiliki ciri-ciri berwarna kuning hingga kehijauan, berbau amis, dan menimbulkan rasa gatal. Jenis keputihan ini menandakan adanya penyakit salah satunya vaginitis. Sehingga, kamu perlu menjaga kebersihan organ reproduksi agar terhindar dari gejala-gejala tersebut.

Langkah yang perlu dilakukan

Agar kamu terhindar dari masalah kesehatan reproduksi, yuk terapkan langkah-langkah ini!

  1. Membersihkan organ reproduksi dengan air bersih setelah buang air kecil
  2. Melakukan pembersihan organ reproduksi dengan benar, yaitu melakukan dari depan ke belakang agar bakteri dan kuman ngga menempel
  3. Mengeringkannya dengan handuk atau tisu toilet
  4. Mengganti pakaian dalam setelah 3 – 4 jam
  5. Gunakanlah pembalut yang lembut saat haid
  6. Bersihkanlah rambut halus maksimal 40 hari sekali
  7. Jangan lakukan seks bebas
  8. Jangan menggunakan pakaian dalam berbahan nilon
  9. Menghindari pemakaian celana ketat saat di rumah
  10.  Saat sedang haid dianjurkan mengganti pembalut 3 sampai 4 kali sehari agar ngga lembap
  11. Jangan terlalu sering memakai sabun antiseptic agar keseimbangan flora alami vagina tetap terjaga.

Ketika seorang remaja sudah menerapkan sex-hiegiene, maka kamu telah memahami perilaku personal hygiene, yang dilakukan untuk memelihara kebersihan diri. Adanya kesadaran ini, membuat remaja bisa menjaga dirinya dari risiko terkena penyakit organ reproduksi.

Teman Sehat, info ini bukan hanya bisa dibaca oleh remaja puteri aja ya. Remaja laki-laki juga bisa nih menyampaikan pesan ini kepada kakak atau adik perempuan loh! Yuk, ajak mereka agar sadar akan sex hygyne itu penting!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *