Di era sekarang ini, terdapat pergeseran karakter pada generasi muda yaitu menjadi lebih individualis. Salah satu sebabnya adalah menurunnya interaksi langsung karena digantikan oleh interaksi di media sosial. Kepekaan sosial menjadi berkurang karena menjadi jarang bersosialisasi. Akibatnya, sisi kemanusiaan kurang terasah yang berdampak pada berkurangnya sikap toleransi antar sesama manusia.

Sebagai orang tua, pasti ingin yang terbaik untuk kepribadian anak. Mengajarkan toleransi sejak dini merupakan cara efektif dalam membentuk kepribadian anak yang manusiawi. Kamu bisa mulai dari mengenalkan keragaman budaya dan ajarkan untuk saling menghargai walau berbeda budaya.
Pentingnya Mempunyai Sikap Toleransi Sejak Dini
Toleransi merupakan sikap yang sangat penting dimiliki setiap orang. Dengan bertoleransi, seseorang akan kembali dihargai, dihormati, dan mempunyai banyak relasi. Menghargai perbedaan merupakan sikap yang mulia dan menciptakan kedamaian karena tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada. Dengan rasa toleransi yang dikembangkan sejak dini, seseorang akan mempunyai kepribadian yang baik.
Jika si kecil sudah ditanamkan rasa saling menghargai sejak dini, maka ia akan disayangi banyak orang, dihargai, dan mempunyai lingkungan positif. Semakin lama, lingkungan tersebut menjadi support system untuk anak, bahkan hingga ia dewasa. Jika terus menerus dipupuk, rasa toleransi akan semakin besar dan berkembang menjadi budaya toleransi hingga ia dewasa.

Melatih Toleransi Lewat Keragaman Budaya
Keragaman budaya di Indonesia juga harus diterima dengan baik agar tidak menjadi sumber perselisihan. Sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika,” walaupun berbeda-beda harus tetap satu. Mengajarkan keberagaman budaya kepada anak merupakan cara terbaik membuka wawasan mereka tentang dunia.
Anak-anak dapat mengenal dan mempelajari nilai norma, adat istiadat, bahasa, kepercayaan, hingga kondisi wilayah yang beragam dari setiap daerah di Indonesia. Cara ini dapat membuka pemikiran anak mengenai betapa kayanya Indonesia dengan beragam budayanya. Tanamkan bahwa hal tersebut perlu dipertahankan dan tidak perlu menjadi persoalan. Dengan demikian, akan tercipta kerukunan dan kenyamanan, termasuk saat berada di lingkungan yang berbeda sekalipun.
Pemikiran tentang menghargai perbedaan yang diberikan sejak kecil akan terbawa hingga dewasa jika diterapkan terus menerus. Hal ini akan membekali anak untuk bersikap baik kepada semua orang. Kamu dapat mengajak anak melakukan kegiatan seru untuk menyikapi perbedaan budaya yaitu dengan bercerita atau membaca cerita buku tentang budaya, memasak atau mencicipi masakan daerah lain, menonton film atau dokumenter tentang budaya lain, mempelajari tarian dan musik tradisional, dan mengunjungi museum budaya.
Manfaat Menghargai Budaya
Kecerdasan budaya adalah kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dalam konteks beragam budaya. Anak yang terbiasa menghargai perbedaan budaya akan mempunyai kecerdasan budaya. Ia akan pandai membawa diri dan mudah bergaul. Anak akan menjadi pribadi yang adaptif. Berikutnya, anak menjadi fleksibel dalam berpikir dan mempunyai pemikiran terbuka. Ia akan tergerak untuk menghargai dan tidak menganggap bahwa budayanya adalah budaya terbaik dibandingkan yang lain. Anak yang terbiasa berada di lingkungan heterogen, maka akan terlatih berkomunikasi dengan banyak orang dengan cara dan kondisi yang berbeda-beda. Hal ini akan mengasah kemampuan komunikasi si kecil. Keempat, menciptakan harmoni dan minim konflik di masa depan. Hal ini karena anak banyak disukai dan tidak mempunyai musuh hanya karena menindas atau mengolok-olok budaya daerah lain.
Sahabat Sehat, sikap toleransi sangat penting untuk diterapkan. Selain mengenalkan kewajiban menghargai perbedaan melalui keragaman budaya, orang tua harus memberikan contoh kepada anak. Berikan contoh sikap toleransi dalam menyikapi perbedaan budaya. Memberikan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari ini akan menggerakkan kemauan anak untuk bersikap sama.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
