Cegah Stunting pada Balita dengan 6 Hal Ini

Kasus stunting di Indonesia bisa dikatakan tinggi dengan persentase sebesar 27,75% pada tahun 2019 dan sudah termasuk kategori masalah kesehatan kronis karena telah melebihi angka 20%. Masalah ini ngga boleh dianggap remeh. Melihat dampak jangka panjangnya yang akan mengganggu perkembangan kognitif si kecil. Nah, untuk itu sangat perlu diterapkan pencegahan dengan cara ini.

Tingkatkan pengetahuan orang tua

Foto: Unsplash.com

Kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyebab stunting menjadi salah satu alasan tingginya kasus ini. Diketahui hanya 2,1% saja orang tua yang pernah mendengar, membaca, dan mengetahui tentang stunting. Sebagian orang berpikir stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi. Pernyataan ini memang benar, tapi ada faktor lain yang juga memicu kurangnya gizi pada anak. Hal inilah yang sering terlupakan oleh orang tua. So, pastikan kamu menambah pengetahuan tentang stunting, ya.

Hindari asap rokok dari si kecil dan ibu hamil

hindari asap rokok dari balita dan ibu hamil untuk mencegah stunting
Foto: Pixabay.com

Terpapar asap rokok dalam waktu yang lama ternyata berpengaruh terhadap kejadian stunting. Nikotin dari asap rokok bisa menurunkan suplai oksigen sekitar 30-40% yang akan mengganggu penyerapan zat gizi penting bagi pertumbuhan balita.

Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa terpapar asap rokok di 1000 Hari Pertama Kehidupan mampu meningkatkan risiko stunting hingga 2 kali lipat pada balita. Padahal periode ini merupakan masa terpenting untuk tumbuh kembang si kecil. Ibu hamil yang terpapar asap rokok juga berisiko mengalami gangguan pada kehamilannya, kelahiran prematur, dan bayi yang dilahirkan mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jadi, lebih baik balita dan bumil menjauh dari tempat-tempat yang ada asap rokoknya, ya.

Cukupi gizi bumil dan balita

Kecukupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan menjadi faktor terpenting dalam pencegahan stunting. Artinya, gizi ibu sejak awal mengandung hingga anak berusia 2 tahun harus tercukupi. Terutama kecukupan protein, energi, dan mikronutrien seperti zink, iodium, zat besi, asam volat, vitamin D, vitamin A, dan vitamin B12.

Pantau pertumbuhan si kecil secara rutin

Foto: Unplash.com

Orang tua perlu memantau pertumbuhan anak dengan rutin. Bisa dengan membawa ke posyandu setiap bulannya atau bisa juga dengan menimbang si kecil sendiri di rumah. Jika dirasa ada masalah pada pertumbuhan anak, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan terdekat. Jangan lupa membuat janji terlebih dahulu untuk menghindari keramaian di fasilitas kesehatan.

Berikan ASI eksklusif pada si kecil

memberikan ASI ekslusif bisa membuat bayi dan balita terindar dari stunting
Foto; Unsplash.com

ASI saja selama 6 bulan sudah mencukupi kebutuhan gizi anak. Setelahnya baru bisa ditambahkan dengan MP-ASI yang bergizi. ASI juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak yang rentan terkena penyakit.

Jaga kebersihan lingkungan

Diawal sudah dibahas ada faktor lain yang memicu kurang gizinya si kecil. Salah satunya adalah penyakit infeksi. Lingkungan yang kotor dan kurangnya ketersediaan air bersih akan meningkatkan risiko terjadi penyakit infeksi, seperti diare. Akibatnya, asupan makanan yang dikonsumsi balita ngga bisa tercerna dengan baik. Tentu hal ini akan memicu risiko stunting pada anak.

Pertumbuhan anak dan masa depan bangsa ini tergantung dari pola asuh orang tua terhadap anak. Jaga kesehatan si kecil sejak dini dengan terapkan ke-6 hal ini, ya. Dengan begitu, stunting pasti bisa terkalahkan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Kemenkes. 2020. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Terdapat di situs <https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf>.

Kemenkes. 2018. 1 dari 3 Balita Indonesia Derita Stunting. Terdapat di situs <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/1-dari-3-balita-indonesia-derita-stunting>.

Humas FKUI, 2019. The Importance of Nutritional Intake to Prevent Stunting. Terdapat di situs <https://fk.ui.ac.id/en/news-2/the-importance-of-nutritional-intake-to-prevent-stunting.html>.

Astuti, Dyah Dwi,  Tri Widyastuti Handayani, Duwi Pudji Astuti. 2020. Cigarette smoke exposure and increased risks of stunting among under-five
children. Clinical Epidemiology and Global Health 8 (2020) 943-948. Terdapat di situs <https://www.researchgate.net/publication/339680895_Cigarette_smoke_exposure_and_increased_risks_of_stunting_among_under-five_children>.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.