Charcot Foot, Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai!

Halo Sahabat Sehat! Diabetes adalah salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan gula darah yang melebihi batas normal. Jumlah insulin yang kurang memadai atau ketidakmampuannya dalam bekerja menyebabkan banyak gula berada dalam aliran darah.

Seiring berjalannya waktu, tubuh akan mengalami masalah kesehatan yang serius akibat diabetes. Pengendalian gula darah yang sulit bisa menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, salah satunya adalah charcot foot.

charcot foot kompilikasi diabets
Foto: Freepik..com

Apa itu charcot foot?

Charcot foot adalah komplikasi langka yang bisa dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kerusakan saraf atau dikenal dengan neuropati perifer. Akibatnya yaitu hilangnya sensasi (sentuhan, suhu panas, nyeri) yang diterima jaringan saraf pada kaki atau area tubuh yang lain terdampak.

Sel saraf ngga bisa mendapatkan asupan oksigen dan zat gizi yang cukup akibat tingginya gula darah. Kerja saraf menjadi terganggu sehingga kepekaan pasien diabetes terhadap sensasi menjadi menurun. Oleh karenanya, penyandang diabetes terkadang mengalami mati rasa.

Kelemahan sendi dan tulang kaki hingga perubahan bentuk secara permanen bagian lutut serta pergelangan kaki merupakan gambaran dari kaki charcot. Tulang kaki yang kian melemah bisa menyebabkan sendi rentan terkilir yang akhirnya mengubah bentuk seluruh kaki menjadi seperti melengkung ke bawah (rocker-bottom foot). Kaki charcot yang cacat mengakibatkan terbentuknya luka terbuka yang berisiko tinggi terinfeksi dan berujung pada tindakan amputasi, jika ngga mendapatkan perawatan dengan benar.

Apa saja gejalanya?

Ada tiga tahapan terjadinya kaki charcot yaitu pertama, fragmentasi dan destruksi yang ditandai dengan kemerahan, rasa panas dan bengkak pada pergelangan kaki. Jaringan lunak mulai retak dan terjadi kerusakan persendian dan tulang.

Kedua, coalescence adalah kemampuan tubuh yang berupaya mengobati kerusakan yang terjadi pada tahap awal. Gambarannya yakni progresivitas kerusakan menjadi lebih lambat sehingga kaki tak lagi bengkak atau panas maupun kemerahan. Ketiga, rekonstruksi yakni tahapan yang menunjukkan kaki mulai mengalami perbaikan, meski keadaan kaki tak seperti semula.

melakukan pengecekan kadar gula darah
Foto: Freepik.com

Bagaimana cara menurunkan risiko kaki charcot?

Bagi penyandang diabetes yang cukup lama maupun kerusakan saraf kaki membuat seseorang itu lebih berisiko tinggi terkena charcot foot. Nah, kabar baiknya adalah ada beberapa cara untuk meminimalisir risiko ini, yakni memeriksa kaki setiap hari secara rutin, berhenti merokok dan menjaga kadar gula, lemak, serta tekanan darah.

Perawatan kaki charcot ini bisa dilakukan melalui operasi maupun non-bedah yakni dengan menggunakan bantuan kursi roda atau sepatu pelindung. Proses penyembuhannya pun berbeda bagi setiap orang. Kamu bisa meminimalisir risiko amputasi dengan penemuan diagnosa secara dini dan ketepatan dalam penanganan. Jadi, segeralah kunjungi tenaga kesehatan apabila menemukan gejala ya, Sahabat Sehat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Trifiana. 2020. Penyakit Kaki Charcot, kondisi akibat diabetes. https://www.sehatq.com/artikel/penyakit-kaki-charcot-kondisi-akibat-diabetes. Diakses 13 November 2022

Aminati Z. 2021. Kaki charcot, komplikasi diabetes yang berisiko amputasi. https://www.klikdokter.com/info-sehat/diabetes/kaki-charcot-komplikasi-diabetes-yang-berisiko-amputasi. Diakses 13 November 2022

Setiaputri KA. 2022. Kaki mati rasa? https://hellosehat.com/diabetes/komplikasi-diabetes/diabetes-mengalalmi-kaki-charcot/. Diakses 13 November 2022

Diabetes Org. Charcot foot and diabetes. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/complications/feet/charcot-foot. Diakses 13 November 2022

CDC. What is Diabetes?. https://www.cdc.gov/diabetes/basics/diabetes.html. Diakses 13 November 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.