“Crab Mentality” Akibat Sikap Cemburu, Benarkah?

Halo, Teman Sehat! Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan internet  menjadi semakin muda diakses. Hal ini membuat persebaran informasi menjadi sangat cepat dan tanpa batasan. Ngga terkecuali informasi mengenai kesuksesan dan hal yang membahagiakan lainnya.

Selama ini bagaimana tanggapan kamu terhadap berita kesuksesan maupun keberhasilan orang terdekat? Hal paling sederhana, apakah kamu merespon secara positif terhadap posting-an di sosial media teman kamu? Jika ngga, maka kemungkinan kamu memiliki “Crab mentality”, loh!

Wah, apa itu crab mentality? Agar lebih jelas, yuk simak penjelasannya di bawah!

Mengenal crab mentality

crab mentality
Foto: Unsplash.com

Teman Sehat, apakah kamu pernah memerhatikan beberapa kepiting (crab) yang diletakkan dalam satu wadah? Jika diperhatikan dengan baik, saat ada satu kepiting yang hampir berhasil keluar, maka kepiting yang masih terperangkap di dalam wadah akan menarik kaki kepiting tersebut sehingga kemudian terjatuh kembali. Akibatnya, ngga ada kepiting yang berhasil keluar.

Nah, istilah crab mentality ternyata diperoleh dari fenomena itu, loh! Kira-kira, apa ya maksudnya?

Ternyata, crab mentality merupakan kebiasaan saat kamu ngga bisa menerima kesuksesan orang lain dengan baik. Biasanya, kamu akan berusaha merusak orang yang memiliki kinerja lebih baik dari kamu. Dengan kata lain, kamu akan merespon secara negatif terhadap keberhasilkan orang lain.

Percaya atau ngga, kebiasaan ini emang benar ada dan dapat kamu lihat juga di sekitarmu. Wah, apa ya penyebabnya?

Apa sih penyebabnya?

Menurut penelitian, ternyata kebiasaan crab mentality disebabkan oleh perasaan cemburu, iri, dan egois. Ngga jarang, kebiasaan ini juga didasari oleh rasa benci terhadap orang lain.

Anggapan orang dengan kebiasaan crab mentality adalah “Apabila saya ngga bisa memilikinya, maka orang lain juga ngga boleh memilikinya”. Dengan begitu, mereka lebih sering menjatuhkan orang lain yang sedang mencapai impian dibandingkan mendukungnya.

Wah, seram sekali, ya Teman Sehat. Jadi, yuk simak tips agar kamu bisa menghindari kebiasaan crab mentality!

Tips menghindarinya

crab mentality
Foto: Unsplash.com

Teman Sehat, kunci dari menghindari kebiasaan crab mentality sebenarnya berasal dari diri kita sendiri. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!

  1. Mencintai diri sendiri. Menerapkan self-love bukan berarti narsis, ya Teman Sehat. Mencintai diri sendiri berarti kamu menerima diri kamu, identitas kamu, serta keunikan kamu.
  2. Menerima ketidaksempurnaan. Kamu harus tahu bahwa terkadang ngga semua hal dapat berjalan sesuai rencana. Hal yang perlu kamu ingat adalah apa yang dapat kamu pelajari dari kegagalan kamu hari ini.
  3. Berhenti membandingkan. Apabila kamu terus menerus membandingkan diri kamu dengan orang lain, maka ngga akan habisnya. Jadi, lebih baik kamu fokus sama diri kamu, tingkatkan kepercayaan diri, dan terus kembangkan potensimu.

Nah, bagaimana Teman Sehat, apakah kamu sekarang udah memahami konsep crab mentality? Jangan lupa terapkan tips di atas, ya. Sebarkan informasi ini, yuk!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Campbell, W. Keith & Foster, Craig & Finkel, Eli. (2002). Does Self-Love Lead to Love for Others? A Story of Narcissistic Game Playing. Journal of Personality and Social Psychology. 83. 340-354. 83. 340-54. 10.1037/0022-3514.83.2.340.

Caldwell, Cam. (2019). Loving Oneself and Its Importance in Relationships.

Aydin, Gizem & OĞUZHAN, Gülpembe. (2019). THE “CRABS IN A BUCKET” MENTALITY IN HEALTHCARE PERSONNEL: A PHENOMENOLOGICAL STUDY. 12. 618-630. 10.17218/hititsosbil.628375.

Tushar Soubhari dan Yathish Kumar. 2104. The CRAB – Bucket Effect and Its Impact on Job Stress – An Exploratory Study With Reference To Autonomous Colleges.
https://www.academia.edu/9327839/_The_CRAB_Bucket_Effect_and_Its_Impact_on_Job_Stress_An_Exploratory_Study_With_Reference_To_Autonomous_Colleges

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.