Selain pemanasan global, ada satu lagi permasalahan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan, yaitu masalah sampah makanan. Bahkan faktanya, sekitar 1,3 juta ton sampah makanan dihasilkan setiap tahunnya. Sahabat Sehat, kamu bisa loh, membuat perubahan dengan mengurangi sampah makanan melalui cara yang sederhana.
Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan mengurangi sampah makanan, mulai dari menghemat uang, mengurangi emisi gas metana, sampai menghemat energi. Berikut ini lima langkah sederhana yang bisa kamu coba.

Manfaatkan untuk Hal Lain
Apa yang akan kamu lakukan jika memiliki bahan makanan berlebih seperti sayur dan buah, tapi ngga bisa kamu habiskan semua? Daripada dibiarkan dan akhirnya membusuk, kamu bisa coba memanfaatkannya untuk keperluan lain selain dimakan.
Salah satunya dengan menggunakannya sebagai bahan untuk perawatan kulit dan wajah. Misalnya, memanfaatkan alpukat yang sudah terlalu matang menjadi masker wajah dan rambut atau memanfaatkan bubuk kopi sisa untuk campuran body scrub. Dengan begitu, kamu jadi bisa merawat lingkungan, sekaligus menghemat uang untuk membeli skincare.
Terapkan Konsep FIFO
Kamu bisa mencoba menerapkan konsep FIFO dalam mengatur isi kulkas. FIFO sendiri merupakan singkatan dari first in, first out yang artinya bahan yang masuk pertama perlu digunakan terlebih dahulu.
Berarti, kamu sebaiknya memasukkan bahan makanan yang baru kamu beli di bagian belakang kulkas. Sementara bahan yang sebelumnya sudah ada di kulkas kamu geser ke depan. Kamu juga bisa menerapkan konsep ini dengan mengurutkan penggunaan bahan makanan sesuai masa kedaluawarsanya. Jadi, bahan dnegan masa kedaluwarsa lebih singkat akan lebih dahulu diolah.
Pesan Makanan Secukupnya
Sampah makanan juga bisa berasal dari makanan yang kamu pesan di rumah makan, baik membelinya langsung ataupun memesannya secara daring. Supaya ngga membuang makanan, pastikan kamu memesan makanan sesuai dengan porsi yang kamu habiskan. Kalau perlu, kamu bisa bertanya seberapa besar porsi menu makanan yang dijual di situ.
Kalaupun nanti ada makanan yang tersisa, jangan langsung dibuang ya. Kamu bisa membungkusnya untuk dibawa pulang atau menyimpannya untuk dimakan nanti. Jadi ngga mubazir deh.
Belanja dengan cermat
Daripada belanja dalam jumlah banyak dalam satu waktu, akan lebih baik kalau kamu belanja seperlunya ketika dibutuhkan. Memang agak merepotkan, tapi dengan begini kamu bisa menghindari bahan makanan basi karena terlalu lama disimpan Pastikan juga kamu sudah menghabiskan bahan makanan yang sudah dibeli sebelum mulai belanja lagi.

Simpan dengan baik
Nah, untuk bahan makanan yang mudah basi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memperpanjang masa simpannya. Misalnya, memilah buah dan sayur mana yang perlu disimpan di lemari pendingin dan mana yang perlu disimpan di suhu ruang. Atau dengan memisahkan tempat menyimpan daging dari buah-buahan. Dengan cara penyimpanan yang tepat, bahan makanan jadi ngga cepat mengalami kerusakan.
Sahabat Sehat, walaupun cara di atas terlihat sederhana, tapi dampaknya besar loh, untuk lingkungan. Ayo sama-sama mulai langkah menjaga lingkungan dari diri sendiri!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
