Kurangi Food Waste dan Sukseskan SDG 12.3

tips untuk megurangi food waste
Foto: Pixabay.com

Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa berdasarkan data FAO setiap harinya berton-ton makanan terbuang? Dengan perkiraan 14% total makanan terbuang pada jalur distribusi dari panen ke retail. Jumlah tersebut ditambah dengan makanan terbuang percuma saat berada di retail atau di tangan konsumen.

‘Sampah makanan’ (food wastage) merupakan suatu ironi dikala banyaknya kasus kekurangan gizi. Sampah makanan menjadi beban bagi SDA dan mengancam lingkungan. Berdasarkan berbagai studi, peningkatan sampah makanan juga berakibat pada meningkatnya efek gas rumah kaca dan berkontribusi pada perubahan iklim.

Sampah makanan dibagi menjadi dua yakni food loss dan food waste. Food loss adalah bagian pangan mentah hasil panen, tetapi tidak bisa diproses lebih lanjut dan terbuang. Food waste adalah bagian pangan terbuang pada level konsumen dan retail. Pembagian ini penting karena pada dasarnya upaya pengurangan sampah makanan harus dilakukan di semua level, mulai dari petani hingga konsumen (hilir ke hulu) sehingga  target SDG 12.3 untuk mengurangi sampah makanan hingga 50% pada 2030 bisa tercapai.

Dilansir dari situs resmi FDA dan FAO, beberapa tips yang bisa dipraktikkan untuk memerangi food wastage di level konsumen yakni :

Mempraktikan diet sehat dan berkelanjutan

Menu harian sehat sangat mudah dibuat, kamu bisa menemukan banyak resep sehat dengan proses pembuatan yang cepat di internet. Kamu juga bisa mengajak teman dan keluarga untuk konsumsi makanan bergizi.

Belanja sesuai kebutuhan

Kamu bisa mencanakan menu dengan membuat dan belanja sesuai kebutuhan. Jadilah konsumen cerdas dan hindari pembelian impulsif. Dengan mematuhi daftar belanja yang sudah dibuat sebelumnya, kamu bisa mengurangi risiko makanan terbuang dan juga memastikan dompetmu aman.

belanja sesuai kebutuhan untuk mengurangi food waste
Foto: Pixabay.com

Jangan menjudge bahan pangan segar dari rupa

Terkadang buah dan sayur terlihat kurang menarik bentuknya, tapi bukan berarti tidak bergizi atau tidak aman. Seringkali pada retail, buah dan sayur seperti ini akan dijual lebih murah atau didiskon, bisa lebih hemat loh.

Pahami label pangan

Di Indonesia biasanya tercantum ‘expiry date’, tetapi produk makanan impor lebih sering menggunakan ‘best before date’ dan ‘use-by date’. Pahami artinya dan bagaimana waktu layak konsumsinya. Luangkan waktu juga untuk mengecek bagian nutrition facts dan komposisinya.

Penyimpanan bahan pangan yang baik

Cek tanggal kadaluarsa produk, tempatkan tanggal kadaluarsa terdekat di bagian paling depan penyimpanan. Gunakan FIFO (First In, First Out) untuk buah, sayur dan pangan segar lainnya. Simpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan dan simpan bahan segar di kulkas atau freezer.

Gunakan porsi kecil

Ambil makan dalam porsi kecil, bila merasa kurang baru tambah. Kamu bisa coba mempraktikkan eating in moderation.

Simpan makanan yang tersisa

Terkadang kita tidak bisa menghabiskan semua makanan dalam satu waktu. Jadi sebaiknya simpanlah makanan yang tersisa di wadah tertutup dan masukkan kulkas untuk hari berikutnya.

Manfaatkan sisa makanan

Sisa makanan dapat kamu manfaatkan untuk membuat kompos dan ekoenzim. Jadi, ngga hanya terbuang percuma di TPS dan menjadi masalah lingkungan.

Sahabat Sehat yuk praktikkan tips di atas dan sukseskan  target SDG 12.3. Berpartisipasi dalam mengurangi sampah makanan, lebih hemat dan tentunya melindungi lingkungan dan ekosistem.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

FAO. 2021. 15 quick tips for reducing food waste and becoming a Food hero. http://www.fao.org/fao-stories/article/en/c/1309609/. Diakses 28 September 2021.

FDA. 2019. Tips to Reduce Food Waste. https://www.fda.gov/food/consumers/tips-reduce-food-waste. Diakses 28 September 2021.

Related Posts

  1. Wah senangnya ada artikel seperti ini. Semoga masyarakat bisa lebih aware tentang hal ini ya..Terima kasih kak sudah berbagi informasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.