Mengatasi Trauma Gempa pada Si Kecil

Teman Sehat, proses evakuasi bencana alam di Lombok, akibat gempa yang terjadi, masih terus berlanjut sampai hari ini. Masih ada tiga kecamatan masih sulit untuk dievakuasi karena dekat dengan pusat gempa, sehingga kerusakan yang dialami sangat parah. Dampak yang terjadi setelah gempa, selain dampak ekonomi juga dampak kesehatan, salah satunya psikologi (kesehatan mental).

Dampak ini ngga cuma terjadi sama orang dewasa aja loh, tapi anak-anak juga merasakannya. Kamu tau berita anak kecil yang selamat dari gempa di Lombok saat sedang mencukur rambut? Ngga kebayang kan, gimana traumanya anak itu saat mengalaminya? Terus, gimana ya cara menghilangkan trauma si kecil saat bencana alam terjadi? Simak pembahasannya di sini!

Dampak psikologis yang terjadi

Saat bencana alam terjadi, kamu ngga akan bisa memprediksi kapan terjadinya. Biasanya, kalau bencana alam terjadi, seperti banjir, kamu bisa berusaha untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Tapi, kalau yang terjadi adalah gempa bumi, maka kamu akan bingung untuk mencari tempat yang aman untuk menghindari dampak yang terjadi.

Nah, karena itulah dampak psikologis orang yang mengalami gempa, berbeda dari bencana alam yang lain. Korban yang selamat, akan terus mengingat kejadian yang terjadi, seperti kerusakan yang terlihat, suara reruntuhan bangunan dan gemuruh gempa susulan, dan aroma asap yang tercium saat gempa terjadi.

Kamu bisa bayangkan, kalau perasaan ini dirasakan oleh si kecil yang mungkin akan sulit mengutarakan perasaanya. Tanda si kecil merasa trauma setelah gempa terjadi seperti, susah tidur, rasa takut dan cemas yang berlebihan, menarik diri dari lingkungan, ketergantungan yang tinggi ke orang tua, takut masuk ke dalam ruangan, dll.

Cara menghadapinya

Sebagai orang tua, kakak atau saudara dari si kecil, kamu bisa membantu si kecil buat menghilangkan rasa trauma dari gempa yang terjadi, dengan menerapkan prinsip dari NCTSN (The National Child Traumatic Stress Network), yaitu SAFETY. Prinsip pertamanya adalah

S (safety) yaitu membuat si kecil nyaman dengan selalu berada disampingnya, memberikan pelukan, mengatakan hal-hal yang positif dan mengajaknya berdoa/beribadah.

A (allow expression of feelings), berikan si kecil kebebasan untuk menuangkan perasaannya, tapi tetap dikontrol oleh orang tua, dengan menjelaskan bagaimana menyikapi perasaan sedih, senang, marah dan sabar.

F (follow your child lead), biarkan si kecil mengekspresikan dirinya dengan bermain atau berlari bersama dengan teman-temannya. Tapi, tetap kontrol cara si kecil mengekspresikan dirinya, jangan sampai meluikai dirinya atau orang lain.

E (enable your child to tell the story), dengarkan apa yang si kecil ceritakan tentang perasaannya saat terjadi gempa. Berikan respon positif, agar si kecil ngga merasa kecewa.

T (ties), ajak si kecil kembali ke lingkungannya, bermain bersama teman-temanya, beribadah bersama dan lakukan hal yang bisa membuat si kecil merasa nyaman kembali.

Y (your children need you!), jangan pernah abaikan perhatian dan perasaan si kecil, agar pemulihannya lebih cepat.

Kegiatan lain

Selain dari orang terdekat, si kecil juga bisa mengikuti kegiatan bersama kakak relawan yang akan membuat mereka cepat pulih dari traumanya. Biasanya, si kecil akan diajak belajar sambil bermain. Kegiatan ini akan memberikan dampak yang baik bagi si kecil bagi intervensi psikologisnya, seperti:

  • Menstimulasi emosi senang untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan. Contoh kegiatannya: bermain aktivitas outdoor, bermain mainan tradisional, menyanyi atau menari.
  • Menstimulasi kognisi untuk menumbuhkan daya kreativitas, seperti menggambar
  • Menstimulasi menembangkitkan kepedulian sekitar, seperti permainan yang membutuhkan kerjasama.

Nah, itulah beberapa cara untuk menangani si kecil yang trauma karena dampak psikologis bencana alam. Kamu bisa melakukan beberapa hal tadi, untuk membantu menghilangkan trauma si kecil. Yuk, doakan Teman Sehat di Lombok, agar tetap sehat dan sabar menghadapi musibah ini.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *