Sahabat Sehat, kejadian penyakit jantung koroner (PJK) yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh koroner akibat penumpukan lemak jumlahnya terus meningkat loh, di Indonesia. Hal tersebut diketahui berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018.
Tak hanya itu, PJK juga dikatakan penyebab utama dari seluruh kematian karena angkanya tergolong empat kali lebih tinggi (26,4%) dari angka kematian yang disebabkan oleh kanker (6%). Nah, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya PJK yaitu dengan menerapkan diet Mediterania.

Apa itu Diet Mediterania?
Diet ini merupakan pola makan yang terinspirasi dari kebiasaan makan tradisional masyarakat yang tinggal di sekitar Laut Mediterania seperti Italia, Spanyol dan Perancis Selatan. Diet ini berfokus pada makanan yang berasal dari nabati (plant-based diet) seperti sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan yang dikombinasikan dengan konsumsi cukup ikan, seafood, susu dan unggas, serta membatasi konsumsi daging merah dan makanan cepat saji.
Selain itu, diet ini juga menyarankan untuk memilih sumber lemak sehat (lemak tak jenuh) untuk dikonsumsi sehari-hari seperti olive oil dan kacang-kacangnya. Tak hanya pola makan, diet mediterania juga menyarankan untuk tetap mengonsumsi air putih dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.

Manfaat Diet Mediterania
Mengapa Diet Mediterania dianggap sangat baik untuk mengatasi penyakit jantung? Diet ini dapat membantu menurunkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan meningkatkan kadar High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik dalam tubuh.
Konsumsi sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan yang kaya akan serat dapat mengurangi penyerapan kolesterol di usus kecil. Selain itu, asupan serat yang tinggi juga dapat mempengaruhi proses pencernaan dengan memperlambat pengosongan lambung. Kondisi tersebu dapat berkontribusi untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah setelah makan. Selain itu, juga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga menurunkan risiko makan berlebihan.
Pelaksanaan diet Mediterania sesuai dengan anjuran tentunya akan memberikan manfaat bagi tubuh. Mulai dari menurunkan profil lemak, mengontrol gula darah, dan membantu menurunkan berat badan yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pelaksanaan pola makan ala Mediterania ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena diet ini dirancang bukan sebagai diet jangka pendek melainkan sebagai perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal Amerta Nutrition, diketahui bahwa perubahan positif terjadi pada jangka waktu minimal 8 minggu hingga 1 tahun setelah melakukan diet Mediterania secara konsisten.
Sebelum Sahabat Sehat mulai menerapkan pola makan ini, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter atau dietisien terlebih dahulu supaya kamu mengetahui anjuran diet yang paling tepat.
Ditulis Oleh:
Adita Anugerah Putri, S.Gz
S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Mahasiswa Program Studi Dietisien, Fakultas Ekologi
Manusia, IPB University
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

