Sahabat Sehat, pernahkan kamu mendengar tentang Michelin Star? Bisa dipastikan restoran atau tempat makan peraih Michelin Star selalu menghadirkan hidangan top tier. Penasaran bagaimana suatu restoran mendapat penghargaan ini? Berikut ulasannya.
Apa itu Michelin Star?
Michelin menyematkan penghargaan 0 hingga 3 bintang untuk sebuah restoran atau tempat makan berdasarkan ulasan anonim. Penilaian berkonsentrasi pada kualitas, penguasaan skill, kepribadian koki yang tereskpresikan pada hidangan, nilai makanan dan konsistensi. Penialian dilakukan tanpa melihat dekorasi interior atau kualitas layanan.

Michelin Star merupakan penghargaan yang diberikan per tahun. Penilaian berulang akan dilakukan pada restoran yang sudah mendapat Michelin Star untuk memastikan standar memasak yang ditawarkan kepada para penikmat hidangan masih sama. Jadi, bisa saja suatu restoran akan kehilangan bintang bila ngga mampu memenuhi dan mempertahankan kriteria yang dipersyaratkan.
Sistem Penilaian Michelin
Michelin bergantung sepenuhnya pada pengulas restoran anonim yang merupakan seorang gourmet atau ahli pencicip makanan yang memiliki perhatian terhadap detail dan memiliki ingatan kuat terhadap rasa, serta mampu membandingkan hidangan berdasar ingatan. Mereka bekerja sebagai tim yang terdiri dari 80 orang, menjalankan 800 inspeksi pada 240 restoran setiap tahunnya.
Setiap kali mengunjungi restoran, pengulas akan menulis memorandum terperinci tentang pengalaman makan mereka. Selanjutnya, laporan tersebut akan didiskusikan untuk menentukan restoran mana yang layak diberi Michelin Star. Aspek penilaian ditekankan pada hidangan, dengan kriteria kualitas bahan, keterampilan penyiapan dan kombinasi rasa, tingkat kreativitas, value for money, serta konsistensi standar.
Definisi Bintang pada Michelin Star
Awalnya digunakan sebagai panduan perjalanan, sistem peringkat Michelin Star menunjukkan kelayakkan restoran untuk dikunjungi. Dalam kata lain, peghargaan ini bisa digunakan sebagai acuan apakah jarak yang kamu tempuh untuk mengunjungi sebuah restoran sepadan dengan kualitas yang diberikan. Dengan rating 0 – 3, berikut ini arti dari bintang Michelin:
Satu Bintang: Restoran destinasi yang baik untuk berhenti dalam perjalanan, restoran sangat bagus dalam kategorinya, menawarkan hidangan yang disiapkan dengan standar tinggi secara konsisten.
Dua Bintang: Restoran yang layak mendapat detour, kepribadian dan bakat chef terlihat jelas dalam hidangan, makanan dibuat dengan keterampilan tinggi dan menginspirasi.
Tiga Bintang: Restoran yang layak untuk masuk kunjungan khusus, hidangan istimewa dibuat oleh chef yang diakui dalam profesinya, hidangan sebagai bentuk seni, dan beberapa dinilai sebagai klasik.
Selain bintang, ada juga Michelin Bib Gourmand, anugrah yang diberikan untuk restoran dengan gaya memasak lebih sederhana dan harga terjangkau. Meskipun begitu, hidangan dari restoran ini bisa dipastikan telah memenuhi standar yang tinggi.

Keuntungan bagi Chef dan Pemilik Restoran
Mendapatkan Michelin Star adalah kebanggaan, pengakuan, dan seringkali dibarengi dengan peningkatan eksposur dan bisnis. Tapi, ekspektasi yang sangat tinggi membuat beberapa restoran menolak peringkat bintang Michelin, bahkan ada yang sampai menuntut supaya peringkat bintang mereka dihapus. Ini karena mereka merasa ekspektasi sistem bintang terlalu berlebihan dan membatasi kreativitas chef.
Tapi, ngga bisa dipungkiri, penghargaan ini sangatlah bergengsi. Ngga jarang juga pemilik restoran menganggap penilaian dari inspektur Michelin yang sepenuhnya anonim itu sebagai satu-satunya standar otentik.
Jadi, gimana menurut Sahabat Sehat? Tertarik untuk mencoba hidangan berkelas di restoran top dunia? Kalau iya, kamu bisa cek Michelin Guide untuk memulai pengalaman kuliner layaknya para gourmet.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
