Global Warming Update: Bumi Hampir Lewati Batas 1,5 Derajat Celsius

Sahabat Sehat, isu Global Warming sering kali didengar meskipun urgensi dampaknya belum disadari banyak orang. Padahal efek Global Warming sudah banyak dirasakan puluhan tahun belakangan. Faktanya, bumi sedang memanas menuju kenaikan 1,5 derajat Celsius. Hal ini berhubungan erat dengan emisi karbon hasil dari aktivitas manusia. Dampaknya pun meluas mulai dari gagal panen, banjir bandang, hingga peristiwa yang menewaskan manusia.

Kesepakatan Paris

Dunia telah berdiskusi dalam Kesepakatan Paris tahun 2015 tentang perubahan iklim, bahwa kenaikan suhu rata-rata bumi dibatasi agar tidak melewati 1,5 derajat Celsius dihitung dari suhu bumi pada masa pra-industri. Seluruh peserta dari berbagai negara menyetujui kesepakatan tersebut.

Free Person Performing Fire Dance at Night Stock Photo
Sumber: Pexels.com

Faktanya, hasil penelitian mengungkapkan bahwa kenaikan suhu bumi hampir menuju 1,5 derajat Celsius dalam rentang waktu tahun ini hingga 2027. Maksudnya, peningkatan mungkin akan terjadi pada salah satu tahun di antara rentang waktu tersebut. Kenaikan suhu pun bisa jadi hanya bersifat temporer atau sementara dan kembali menurun di tahun berikutnya, atau bisa juga sebaliknya. Sampai saat ini kenaikan suhu paling besar terjadi tahun 2016 yaitu sebesar 1,28 derajat Celsius.

Dampak lingkungan

Jika kenaikan rata-rata suhu bumi mencapai 1,5 derajat Celsius, maka akan terjadi gelombang panas ekstrem. Ironinya, kondisi ini telah terjadi di bulan April dan Mei 2023 hingga menewaskan beberapa orang di India dan melelehkan jalanan di sana. Selain itu, permukaan air laut akan meningkat karena bongkahan es di Antartika dan Greenland meleleh. Penurunan biodiversitas juga berisiko terjadi, sehingga diprediksi 6% jenis serangga, 8% jenis tumbuhan, dan 4% jenis hewan vertebrata akan hilang.

Free Icebergs Stock Photo
Sumber: Pexels.com

Dampak lainnya yaitu, samudera Arktik yang dijuluki sebagai samudera beku akan menjadi samudera air setiap 100 tahun sekali. Jumlah terumbu karang di seluruh dunia akan menurun mencapai 70-90% serta penurunan hasil tangkapan laut sebesar 51,5 juta ton.

Dampak sosial dan kesehatan

Sehubungan dengan kehidupan sosial, kenaikan rerata suhu bumi mencapai 1,5 derajat Celsius akan meningkatkan jumlah masyarakat miskin di dunia. Hal ini disebabkan karena masyarakat lokal yang mengandalkan hidupnya pada lahan pertanian mengalami gagal panen skala besar. Hasil ternak pun juga menurun karena jumlah pakan ternak semakin berkurang. Masyarakat pesisir yang bermata pencaharian sebagai pelaut juga akan mengalami penurunan pendapatan sebab hasil tangkapan menurun. Hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang menurun menyebabkan kelangkaan pangan di seluruh dunia.

Angka kesakitan dan kematian manusia akan meningkat karena suhu lingkungan meningkat, serta risiko penularan penyakit yang semakin luas. Beberapa penyakit yang mungkin terjadi yaitu malaria dan demam berdarah. Semua risiko menyeramkan tersebut nyatanya bisa dikendalikan melalui upaya penurunan emisi karbon yang membutuhkan kerja sama seluruh negara yang berkepentingan hidup di atas permukaan bumi.

Sahabat Sehat, ketakutan dan kekhawatiran wajar dirasakan, namun tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak disertai aksi komprehensif dan keputusan kebijakan pemerintah yang tepat. Aksi dan kebijakan tersebut bisa mencegah dan menanggulangi dampak Global Warming yang semakin meluas. Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

BBC. 2023. Global Warming Set to Break Key 1.5C Limit for First Time. bbc.com. Diakses tanggal 22 Mei 2023.

UNCC. 2015. The First Paris Agreement. unfcc.int Diakses tanggal 22 Mei 2023.

Yale Climate Connections. 2021. 1.5 or 2 Degrees Celsius of Additional Global Warming: Does It Make a Difference? yaleclimateconnections.com. Diakses tanggal 22 Mei 2023.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.