Teman Sehat, saat COVID-19 banyak ibu hamil yang khawatir terhadap kandungannya. Yap, hal ini disebabkan ibu hamil termasuk kelompok rentan. Selain itu, ibu hamil juga jadi berpikir dua kali untuk mengecek kandungannya ke rumah sakit. Tapi, benarkah ibu hamil dan janinnya rentan terhadap penularan virus ini? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Benarkah serentan itu?
Teman Sehat, salah satu kelompok yang berisiko terinfeksi COVID-19 yaitu ibu hamil dan ibu menyusui. Yap, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat, kerentanannya disebabkan oleh kekebalan tubuh yang melemah karena adanya proses adaptasi janin di dalam rahim.

FYI, beberapa studi menyatakan bahwa ibu hamil dengan COVID-19 dengan gejala ringan atau ngga bergejala, lebih membutuhkan perawatan intensif dibandingkan dengan kondisi normal. Kamu bisa mengantisipasinya dengan lebih disiplin pada protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker, hingga jaga jarak dan menghindari kerumuman. Selain itu, CDC juga merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan vaksinasi influenza untuk menjaga kondisi ibu dan bayi.
Penularannya ke janin
Studi terbaru oleh tim peneliti University of Milan, Italia dan San Gerardo Hospital, University of Milan-Bicocca menyatakan bahwa kemungkinannya yang sangat rendah dan jarang sekali terjadi, penularan virus ini dimungkinkan, loh!

Hal ini dibuktikan dengan adanya antibodi spesifik dan gen SARS-CoV2 yang terdeteksi di 1 sampel tali pusar, 2 sampel plasenta, 1 sampel vagina dan 1 sampel air susu dari 31 ibu dengan konfirmasi positif virus ini. Tentunya, riset ini masih terbilang baru sehingga kamu perlu disiplin mengikuti protokol kesehatan. Selain itu risiko lahir prematur pada usia 37 minggu kehamilan juga bisa terjadi akibat infeksi virus ini.
Prosedur persalinan dan IMD bagi ibu positif
Ibu hamil dengan COVID-19, apakah perlu menjalani persalinan caesar? Ternyata menurut World Health Organization (WHO), ibu hamil tetap bisa melahirkan secara normal, kecuali adanya indikasi medis.

Nah, proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD)-nya mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh rumah sakit dan dokter, meskipun CDC dan WHO memperbolehkan IMD dan rawat gabung pasca persalinan. Tapi, beberapa rumah sakit menganjurkan rawat pisah, hingga ibu terkonfirmasi negatif virus ini. Selain itu, menghindari adanya penularan secara horizontal, ASI-pun diberikan melalui media cup feeder atau soft cup feeder khusus untuk bayi baru lahir.
Nah belajar dari sejarah pandemi sebelumnya, Teman Sehat pasti tahu bahwa kunci pengendaliannya yaitu disiplin diri. Langkah kecil yang kamu lakukan, akan berdampak pada kondisi sekitarmu. Yuk, disiplin protokol kesehatan! Jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
