Hari Hepatitis Sedunia 2020: Pentingnya Vaksinasi Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu bahwa tanggal 28 Juli diperingati sebagai World Hepatitis Day? Tanggal ini juga bertepatan dengan lahirnya penemu virus Hepatitis B, Baruch Samuel Bloomberg. Saat ini, diperkirakan 90 juta orang hidup dengan virus hepatitis yang tidak disadari. Apabila keadaan ini terus berlanjut, mereka yang tidak terdiagnosis serta tidak mendapat perawatan bisa menderita komplikasi hingga meninggal dunia.

Pada tahun ini, Hari Hepatitis Dunia 2020 bertajuk Find the Missing Millions, sebagai upaya meningkatkan kesadaran atas adanya ancaman virus ini.

Penyakit hepatitis sendiri banyak jenisnya. Nah, salah satu yang paling umum terjadi adalah hepatitis B yang dapat dicegah dengan vaksinasi saat bayi. Gimana penjelasannya?

Apa itu penyakit Hepatitis B?

Teman Sehat, tahukah bahwa negara kita merupakan salah satu negara endemis Hepatitis B? Nah, seperti yang udah dibahas sebelumnya, Hepatitis B merupakan penyakit yang menyerang organ hati atau hepar, disebabkan oleh virus yang menular melalui darah dan cairan tubuh, termasuk dari ibu ke bayi.

Penyakit ini dapat bersifat kronik menahun dan berpotensi menyebabkan penyakit hepar yang serius seperti penyakit hati kronis, sirosis (pengerasan) hati, atau kanker hati. Beberapa pasien dapat muncul gejala demam, lemas, kehilangan nafsu makan, diare, mual, dan perut terasa tidak nyaman. Tapi, sangat mungkin juga masa inkubasi yang lama hingga tidak muncul gejala dalam kurun waktu yang panjang.

Mengapa vaksinasi Hepatitis B penting untuk bayi baru lahir?

Ternyata, sebagian besar ibu hamil merupakan carrier atau pembawa virus Hepatitis B dan bayi baru lahir sangat mungkin terinfeksi virus ini, secara vertikal dari ibu atau horizontal dari orang lain. Bayi yang terjangkit virus Hepatitis B mungkin hanya mengalami beberapa gejala ringan atau bahkan tidak bergejala. Apabila hal ini dibiarkan maka virus Hepatitis B akan tersimpan di aliran darah bayi hingga bertahun-tahun lamanya. Pembawa virus ini yang tanpa gejala pun juga sangat mungkin menularkannya pada orang lain.

Nah, cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan vaksinasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Vaksin ini disuntikkan pada sisi paha sebelah luar dan diberikan sebelum bayi berusia 12 jam, selanjutnya vaksinasi dilakukan berjarak 1 bulan selama 3 bulan berturut-turut dan termasuk dalam imunisasi dasar lengkap Program Pengembangan Imunisasi (PPI) nasional.

Mendeteksi kemungkinan carrier pada ibu hamil

Bisa ngga sih si ibu dideteksi apakah membawa virus Hepatitis B dalam tubuhnya? Nah, ternyata bisa loh! Ibu hamil dapat memeriksakan dengan cara paling sederhana yaitu rapid test HbsAg saat melakukan kunjungan kontrol kehamilan. HbsAg (Hepatitis B surface Antigen) merupakan protein yang terdapat pada permukaan virus Hepatitis B, apabila hasilnya reaktif atau positif, maka dokter akan merekomendasikan untuk diberikan vaksin yang memperkuat sistem imun atau antivirus yang mencegah perkembangan virus Hepatitis B.

So, Teman Sehat yang akan punya bayi, jangan lupa memberikan vaksin Hepatitis B bagi si kecil hingga lengkap ya! Ini merupakan langkah kecil yang bisa menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa. Yuk ikuti anjuran pemerintah dan stay healthy!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *