Jadi Ibu Cerdas dengan Kenali MPASI yang Baik

Teman Sehat, permasalahn gizi seperti stunting ternyata bisa menjadi akar masalah rendahnya kualitas SDM di masyarakat. Menurut WHO, suatu wilayah dianggap kronis apabila memiliki prevalensi balita stunting di atas 20%. Sedangkan menurut hasil Survei Status Gizi Balita Indonnesia (SSGBI) tahun 2019, angka stunting nasional mencapai 27,7%. Angka tersebut tebilang cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand.

Bukan hanya stunting, permasalah gizi lainnya seperti underweight (gizi kurang) dan wasting (kurus) juga sangat rentan terjadi. Jika terus dibiarkan, hal ini bisa menjadi permasalahan tanpa utus bahkan hingga generasi berikutnya. Mulai dari rendahnya kualitas dan produktivitas SDM, hingga timbulnya permasalahan dalam sektor kesehatan dan ekonomi di masa mendatang.

MPASI yang belum tepat

MPASI demi capai tumbuh kembang anak yang optimum
Foto: Pexels.com

Salah satu penyebab tak langsung terjadinya permasalahan gizi adalah pola asuh dan pemberian MPASI yang belum tepat. Masih banyak ibu di Indonesia yang belum paham betul mengenai MPASI, misalnya seperti MPASI yang diberikan ngga sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi bayi.

Terkadang hal-hal diluar ekspektasi juga sering terjadi loh, saat sedang memberikan MPASI. Ibu bisa saja sudah menyediakan menu yang bergizi lengkap, tapi sayangnya si kecil justru menolak untuk mengonsumsi makanan tersebut. Kalau terus begini, tentu akan menyebabkan berat badan anak jadi sulit untuk naik dan berisiko mengalami permasalahan gizi.

Petingnya edukasi mengenai MPASI

pentingnya edukasi mengenai MPASI
Foto: Pexels.com

Ternyata pemberian edukasi bagi para ibu mengenai MPASI itu sangatlah penting. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa, edukasi mengenai praktik pemberian MPASI yang tepat kepada ibu merupakan cara yang efektif untuk membuat kualitas gizi anak menjadi lebih baik.

Nah Teman Sehat, disinilah peran seorang ahli gizi diperlukan. Ngga hanya mengedukasi tentang dasar ilmu pemberian MPASI, tapi juga menjadi suatu wadah bagi para ibu untuk mengonsultasikan masalah-masalah yang dihadapi selama memberikan MPASI.

Memberikan MPASI sesuai kebutuhan anak

Demi mencapai tumbuh kembang yang optimal MPASI perlu diberikan dengan menerapkan konsep gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral. Hal ini perlu dilakukan, karena setiap zat gizi memiliki perannya masing-masing, jadi pastikan anak mendapat asupan gizi secara lengkap.

MPASI sesuai dengan kebutuhan gizi anak
Foto: Pexels.com

Kamu bisa memperkenalkan MPASI mulai dari jenis makanan dengan konsistensi ringan dan lembut, kemudian secara bertahap menjadi lebih bertekstur hingga dalam bentuk makanan padat. Supaya bayi bisa lebih mengenal rasa, kamu juga bisa menambahkan sedikit garam, gula, serta bumbu seperti bawang merah dan bawang putih. Tapi hindari penggunaan MSG atau penyedap rasa, ya!

Selain jenis makanannya, MPASI juga perlu diberikan pada usia yang tepat. Biasanya MPASI mulai diberikan pada bayi berusi 6 bulan. Tapi pada kondisi tertentu MPASI bisa dikenalkan lebih dini, misalnya pada bayi yang sudah bisa menggerakkan mulut (seperti gerakan mengunyah) atau bayi yang mulai suka meraih makanan dan ingin memasukkannya ke dalam mulut.

Jika Teman Sehat mengalami masalah saat memberikan MPASI, seperti berat badan bayi yang tak kunjung naik meskipun sudah mengonsumsi MPASI dengan kandungan gizi seimbang, jangan ragu untuk konsultasi dengan ahli gizi atau dokter, ya!

Referensi

Studi Status Gizi Balita Terintegerasi SUSENAS 2019
https://persi.or.id/wp-content/uploads/2020/11/event8-02.pdf

Sukandar, Dadang & Khomsan, Ali & Anwar, Faisal & Riyadi, Hadi & Mudjajanto, Eddy. 2015. Nutrition Knowledge, Attitude, and Practice of Mothers and Children Nutritional Status Improved after Five Months Nutrition Education Intervention. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR). 23. 424-442.

Sethi, Vani & Kashyap, Sushma & Seth, Veenu. 2003. Effect of nutrition education of mothers on infant feeding practices. Indian journal of pediatrics. 70. 463-6. 10.1007/BF02723133.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.