Jaga Ekosistem, Begini Padang Lamun di Lautan Indonesia

Sahabat Sehat tahu apa itu lamun? Lamun seringkali disalah artikan sebagai rumput laut. Padahal, dua tumbuhan ini berbeda. Rumput laut (seaweed) merupakan tumbuhan tingkat rendah, sedangkan lamun (seagrass) termasuk tumbuhan tingkat tinggi. Secara umum, lamun punya peran positif dalam ekosistem perairan, loh! Lalu, bagaimana ya kondisi padang lamun di Indonesia? Let’s check it out!  

padang lamun di Indonesia
Foto: Pexels.com

Peran padang lamun di lautan

Padang lamun (seagrass bed) merupakan tumbuhan lamun yang menutupi pesisir laut dangkal. Banyak peran lamun dalam lautan, berdasarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, lamun dapat melindungi pantai dari arus dan ombak, sebagai tempat tinggal satwa laut, menghasilkan makanan untuk ikan, dan menjadi tempat penangkaran larva ikan. 

Penelitian terbaru dalam jurnal Nature Ecology & Evolution, menunjukkan lamun juga menghasilkan sukrosa, sukrosa yang dihasilkan digunakan kembali untuk pertumbuhan lamun itu sendiri. Lamun juga membantu menjaga bumi dari pemanasan global dengan cara menyerap banyak karbondioksida. Terbayang bukan jika lamun banyak yang rusak? 

padang lamun
Foto: Unsplash.com

Kondisi padang lamun di lautan Indonesia

Menurut LIPI ada sekitar 50 jenis lamun, sedangkan di Indonesia ditemukan 12 jenis lamun. Dalam publikasi Jurnal Segara, hasil pengkajian padang lamun dari tahun 2005 hingga 2017 pada perairan Timur Indonesia, ditemukan 10 jenis lamun. Pada 6 lokasi menunjukkan tutupan padang lamun lebih dari 60 persen yang berarti kondisinya baik. Tujuh lokasi menunjukkan kategori sedang atau 26-50 persen yang tertutup padang lamun, dan 1 lokasi menunjukkan tutupan lamun yang jarang atau hanya 0-25 persen, tepatnya di Batanta, Papua Barat. 

Hasil studi lain di tahun 2019 dalam jurnal Enggano, penelitian di wilayah Malang Rapat, Bintan, didominasi jenis lamun Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides dengan kategori tutupan padat. Artinya, 51 hingga 75 persen area tertutup oleh lamun. 

Perlu diketahui bahwa lamun mudah rusak. Potensi kerusakan tersebut bisa disebabkan oleh bencana seperti tsunami dan badai. ngga hanya karena faktor alam, sebab dari manusia juga bisa terjadi, seperti penggunaan bom untuk menangkap ikan, pembuangan limbah industri, tumpahan minyak, dan sejenisnya. 

Mengingat banyaknya manfaat yang menguntungkan bagi satwa laut dan ngga semua lokasi memiliki tutupan lamun yang padat atau baik, menunjukkan padang lamun perlu dijaga dan dikembangkan, semaksimal mungkin mari lindungi padang lamun dari berbagai potensi kerusakan.

Sahabat Sehat bisa mulai dari hal kecil seperti ngga membuang sampah sembarangan, misal di sungai, pantai, ataupun laut. Bagi pencari ikan, jangan gunakan bom ya! One ocean, one future-together!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Adi, W., Nugraha, A. H., Dasmasela, Y. H., Ramli, A., Sondak, C. F. A., & Sjafrie, N. D. M. (2019). Struktur komunitas lamun di Malang Rapat, Bintan. J. Enggano, 4(2), 148-159.

LIPI. 2006. Lamun, Pelindung biota laut yang terlupakan. http://lipi.go.id/berita/lamun-pelindung-biota-laut-yang-terlupakan/103#:~:text=Fungsi%20Lamun,-Secara%20fisik%2C%20padang&text=Dari%20segi%20ekologi%2C%20padang%20lamun,larva%20ikan%20dan%20biota%20lain.. Diakses 3 Juni 2022

Sogin, E. M., Michellod, D., Gruber-Vodicka, H. R., Bourceau, P., Geier, B., Meier, D. V., … & Liebeke, M. (2022). Sugars dominate the seagrass rhizosphere. Nature Ecology & Evolution, 1-12. https://www.nature.com/articles/s41559-022-01740-z. Diakses 4 Juni 2022

Supriyadi, I. H., Iswari, M. Y., & Suyarso, S. (2019). Kajian Awal Kondisi Padang Lamun Di Perairan Timur Indonesia. Jurnal Segara, 14(3), 169-177.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.