Kenali Blighted Ovum di Masa Kehamilan

Hai, Teman Sehat! Kehamilan tentu menjadi hal yang membahagiakan dan ditunggu bagi setiap pasangan. Sayangnya, ngga semua kehamilan bisa berjalan dengan baik dan normal. Salah satu masalah dalam kehamilan yang perlu kalian ketahui adalah blighted ovum. Jenis masalah kehamilan apakah ini? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Apa itu blighted ovum?

Blighted ovum atau biasa dikenal dengan sebutan kehamilan kosong, merupakan kondisi kehamilan yang mengindikasi tidak adanya janin di dalam rahim. Pada kehamilan ini, yang terbentuk hanyalah kantong rahim sedangkan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ngga berkembang menjadi embrio (calon bayi). Kondisi ini disebut juga sebagai kehamilan anembryonic.

   

Masalah kehamilan ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya keguguran pada kehamilan. Keguguran yang disebabkan oleh masalah ini terjadi karena tubuh merespon adanya masalah pada kehamilan, sehingga proses perkembangannya terhenti. Biasanya kejadian ini terjadi pada awal kehamilan atau trimester pertama.

Pada umumnya proses kehamilan yang terjadi antara blighted ovum dan kehamilan normal hampir ngga ada perbedaannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah ini.

Penyebabnya

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ibu hamil mengalami masalah ini. Masalah kehamilan ini, bisa terjadi karena adanya kelainan kromosom pada proses pembuahan sel telur dan sperma. Hal ini menyebabkan embrio memiliki kromosom yang ngga seharusnya, seperti berlebiha atau bahkan kehilangan kromosom. Normalnya, jumlah kromosom terdiri dari 46 buah.

Penyebab lainnya yaitu sperma atau sel telur dalam kondisi ngga baik, sehingga menyebabkan pembelahan sel menjadi ngga sempurna. Ketika kelainan kromosom dan pembelahan sel ngga sempurna terjadi, maka tubuh akan merespon untuk menghentikan proses kehamilan sehingga embrio ngga terbentuk dalam rahim.

Ciri-cirinya

Biasanya, kehamilan dalam keadaan ini, menunjukkan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya. Ibu hamil dengan masalah ini, akan tetap mengalami keterlambatan datang bulan, seperti hasil testpack yang positif, morning sickness, nyeri payudara dan tanda kehamilan lainnya. Hal ini terjadi karena adanya proses pembuahan sel telur oleh sperma, hanya saja hasil pembuahannya ngga berkembang dengan baik.

Gejala kehamilan ini, biasanya akan berkurang atau hilang digantikan dengan munculnya tanda-tanda keguguran. Ibu hamil perlu waspada jika mengalami flek, kram perut, atau perdarahan yang terus menerus. Memastikan adanya masalah atau tidak pada kandungan, ngga cukup dengan melihat ciri-ciri fisik yang dirasakan, tetapi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Bagaimana cara menanganinya?

Jika sudah didiagnosa mengalami masalah kehamilan ini, maka biasanya dokter akan menyarankan tiga cara. Pertama, tunggu beberapa minggu terlebih dahulu untuk melihat apakah ada tanda-tanda janin pada rahim yang muncul diminggu berikutnya. Pada beberapa kehamilan, janin memang belum terlihat pada awal kehamilan.

Cara kedua yang bisa dilakukan setelah dipastikan memang tidak ada janin di rahim atau mengalami blighted ovum yaitu mengonsumsi obat. Obat yang diberikan dokter bertujuan agar jaringan yang ada didalam rahim bisa keluar dengan sendirinya. Terakhir, cara yang bisa dilakukan untuk menangani blighted ovum adalah dengan kuretase. Tindakan operasi ini dilakukan oleh tenaga medis menggunakan alat untuk mengeluarkan kantong kehamilan yang kosong.

Nah, Teman Sehat itulah beberapa informasi yang kalian perlu tahu mengenai hamil ‘kosong’. Jika kerabatmu mengalami hal ini dan telah melakukan operasi, sarankan untuk menunda kehamilan 3 atau 6 bulan. Hal ini bertujuan agar kondisi rahim pulih dan tubuh siap untuk hamil kembali. Semangat selalu, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *