Halo, Teman Sehat! Tanggal 15 Pebruari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia. FYI ada 263.000 kasus baru kanker pada anak di dunia setiap tahunnya, loh! Di Indonesia, sebanyak 16.291 anak usia 0-14 tahun terdiagnosis kanker, dan sebanyak 33% diantaranya mengalami kanker darah atau Leukemia. Dari tingginya kasus kanker pada anak ini, ternyata hanya 50% kasus datang ke fasilitas kesehatan saat kondisinya sudah memasuki stadium lanjut. Sebenarnya tanda dan gejala apa saja ya, yang harus diwaspadai? Simak ulasan berikut, yuk.
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa

Kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh, baik berupa jaringan padat atau tumor maupun kanker sel darah (leukemia). Meskipun terdengar dan terlihat sama, ternyata kanker pada anak ngga sama persis dengan yang terjadi pada orang dewasa, loh!
Kanker pada orang dewasa umumnya bisa dicegah, sedangkan pada anak seringkali faktor risikonya belum diketahui secara pasti. Nah, seringkali orang tua terlambat memeriksakan anaknya disebabkan oleh gejalanya yang kurang khas atau mirip dengan penyakit ringan lainnya. Apa saja gejala yang diantisipasi?
Waspada gejala kanker anak
1. Pucat, memar atau perdarahan dan nyeri tulang. Tanda perdarahan bisa dilihat seperti adanya bintik merah kulit yang ngga hilang saat ditekan dengan jari atau perdarahan gusi dan mimisan tanpa sebab yang jelas. Sedangkan memar yang sering muncul secara spontan juga perlu diwaspadai, bahkan seperti mudah muncul memar atau lebam ketika terkena benturan yang ngga terlalu keras.
2. Pembengkakan atau benjolan yang ngga terasa nyeri, tanpa adanya demam atau infeksi yang jelas, terutama jika membesar dalam waktu yang singkat.
3. Perubahan pada mata, terlihat seperti mata kucing jika terkena cahaya, terlihat manik putih, juling, hilangnya penglihatan atau pandangan kabur dan ganda, memar atau bengkak.
4. Sakit kepala yang menetap, nyeri berat yang utamanya disertai muntah pada pagi hari atau semakin memburuk.
5. Nyeri pada tangan, kaki, tulang dan bengkak tanpa riwayat trauma atau infeksi.
6. Perut membuncit, penurunan berat badan atau demam tanpa penyebab yang jelas, serta batuk yang ngga kunjung membaik atau sesak napas dan berkeringat di malam hari.
Apa yang perlu dilakukan orang tua?

Berbeda pada orang dewasa yang umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan, penyakit kanker pada anak biasanya disebabkan faktor kelainan genetik yang secara langsung atau ngga langsung diturunkan dari orang tua, bisa juga akibat faktor lingkungan seperti paparan radiasi, zat kimia maupun polusi udara.
Sebelum terlambat, penting bagi orang tua untuk memperhatikan dan memahami adanya gejala kanker pada anak. Jika dirasa ada kecurigaan terhadap beberapa gejala, bisa segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan skrining, seperti pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui jumlah leukosit pada deteksi dini kanker darah.
Meskipun kanker pada anak sulit dicegah, tetapi ternyata kekebalan tubuh anak merespons cukup baik terhadap pengobatan dan cukup tahan dengan efek samping kemoterapi. Kemungkinan untuk sembuh pada beberapa jenis kanker juga cukup tinggi bila jika dilakukan pengobatan yang tepat saat stadium awal.
Jadi bagaimana, Teman Sehat? Yuk, pahami dan kenali gejalanya sejak dini. Waspada itu penting tapi jika memang ada gejala yang muncul ngga perlu panik, ya! Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, supaya bisa mendapat penanganan yang tepat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
