Pernahkah Sahabat Sehat mendengar istilah overhydration atau overhidrasi? Meskipun jarang diketahui, ternyata kondisi ini cukup berbahaya loh, bagi tubuh. Kira-kira berbahaya seperti apa ya? Langsung cek tulisan berikut, yuk!
Apa itu overhidrasi?
Overhidrasi merupakan kondisi kelebihan cairan di dalam tubuh. Mengapa kondisi demikian perlu diperhatikan? Perlu Sahabat Sehat ketahui, bahwa saat kamu minum air dalam jumlah yang berlebihan tubuh berisiko mengalami kondisi yang disebut dengan water poisioning and intoxication.

Risiko lainnya, yaitu gangguan fungsi otak, yang terjadi karena terdapat terlalu banyak air di dalam sel, termasuk sel otak yang menyebabkan terjadinya pembengkakan atau pengembangan sel. Sel otak yang mengalami pembengkakan bisa memberikan tekanan ke otak yang menyebabkan mengantuk, pusing, dan sakit kepala. Jika tekanan tersebut meningkat, berisiko pada munculnya hipertensi dan bradikardia (penurunan laju detak jantung).
Overhidrasi juga bisa menurunkan konsentrasi natrium di dalam tubuh yang berisiko pada terjadinya hiponatremia. Keberadaan natrium sangat penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh. Saat konsentrasi natrium melemah karena peningkatan konsentrasi air di dalam tubuh, air akan masuk ke dalam sel, dan terjadilah pembengkakan sel seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Penyebab overhidrasi
Overhidrasi terjadi ketika tubuh mendapat masukan air dalam jumlah yang lebih tinggi dari jumlah yang bisa dikeluarkan oleh ginjal. Oleh sebab itu, konsentrasi air dalam tubuh meningkat dan melarutkan beberapa zat esensial dalam darah.
The Institute of Medicine merilis rekomendasi pemenuhan kecukupan asupan air dalam tubuh. Mereka disarankan untuk mengonsumsi 2200 mL – 3000 mL air sehari (setara 9-13 gelas) untuk masyarakat dewasa yang sehat. Jumlah ini merupakan total dari konsumsi air mineral yang diminum secara langsung beserta air yang terkadung dalam makanan dan minuman, seperti teh, kopi, susu, serta buah dan sayur.
Banyaknya kebutuhan asupan air ke dalam tubuh bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Perbedaan itu didasarkan atas usia, jenis kelamin, iklim, level aktifitas, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan. Umumnya, kondisi khusus seperti peningkatan suhu lingkungan yang ekstrim, aktifitas fisik yang tinggi, dan kondisi demam akan membutuhkan asupan cairan lebih banyak.

Tanda dan gejala overhidrasi
Tahap awal kondisi ini memang ngga mudah dikenali. Semakin ertambah buruknya kondisi mungkin baru akan menampakkan beberapa gejala gangguan kesehatan seperti mual, muntah, sakit kepala, dan merasa kebingungan. Jika ngga segera mendapat penanganan yang tepat, gejala bisa semakin berat akibat rendahnya konsentrasi natrium dalam darah, seperti mengalami melemahnya otot, kram, kejang, pingsan, bahkan koma.
Air memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi jika kamu meminum air secara berlebihan tentu efeknya ngga akan baik untuk tubuh, Sahabat Sehat. Yuk, lebih waspada dan bijak dalam mengonsumsi air, supaya tubuh terhindar dari risiko overhidrasi. Salam sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
