Overhidrasi, Bahaya Akibat Minum Air Berlebih

Meminum air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Selama beraktivitas tubuh bisa kehilangan cairan, apalagi jika kamu melakukan aktivitas berat seperti berolahraga.

Mungkin Teman Sehat sudah tahu kalau dehidrasi bisa berbahaya bagi tubuh. Sayangnya, sebagian besar masyarakat masih belum tahu bahwa overhidrasi atau terlalau banyak mengonsumsi air juga bisa memberikan efek negatif loh! Apa sih bahaya overhidrasi? Ini dia penjelasannya!

Ngga seimbangnya cairan dalam tubuh

Dehidrasi dan overhidrasi merupakan kondisi saat cairan dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan. Jika dehidrasi diartikan sebagai ngga tercukupinya kebutuhan air dalam tubuh, maka overhidrasi memiliki arti sebaliknya.

Overhidrasi terjadi karena jumlah cairan yang diminum lebih banyak dibandingkan  dengan cairan yang hilang melalui keringat atau urin. Permasalahan ini ternyata sering dialami oleh atlet, terutama jika sedang latihan dalam cuaca panas.

Kondisi ini menyebabkan water intoxication atau keracunan air. Jumlah cairan yang terlalu banyak bisa menyebabkan konsistensi cairan dalam tubuh menjadi terlalu encer (hiponatremia). Hiponatremia merupakan kondisi saat kandungan natrium dalam tubuh sangat rendah, sehingga menyebabkan ginjal mengalami kesulitan untuk mengeluarkan air yang berlebih.

Kasus hiponatremia yang parah bisa menyebabkan kebingungan, kejang, hingga kematian. Bahkan jika kadar natrium di bawah 110-120 mmol/liter, gejala-gejala kelainan saraf  bisa terjadi.

Mengatasi overhidrasi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika mengalami overhidrasi, baik untuk atlet maupun orang-orang yang tidak berprofesi sebagai atlet. Overhidrasi menyebabkan turunnya kadar natrium dalam tubuh.

Ternyata, mengonsumsi minuman berelektrolit bisa membantu menyeimbangkan kembali kadar natrium dalam tubuh loh! Inilah salah satu alasan mengapa kamu disaranakn untuk meminum cairan elektrolit setelah berolahaga.

Kamu juga perlu mengatur jumlah konsumsi cairan sebanyak 400-800 ml setiap jamnya dan jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan aktivitas yang dilakukan. Cara ini cukup efektif untuk menjaga cairan tubuh supaya tetap stabil.

Selain itu, himbauan kepada atlet untuk menimbang berat badan sebelum dan sesudah latihan bisa dilakukan. Jika berat badan turun setelah latihan ngga masalah kok! Itu menandakan bahwa ada cairan tubuh yang keluar saat melakukan latihan, biasanya melalui keringat atau penguapan. Berat badan yang turun, bisa menjadi pertanda kamu mengalami overhidrasi.

Nah, Teman Sehat, dengan memahami kondisi overhidrasi kamu bisa lebih mudah untuk menentukan jumlah air yang akan dikonsumsi. Dengan begitu, keseimbangan cairang di dalam tubuhmu bisa terjaga. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Menjaga Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
https://www.nestlenutrition-institute.org/docs/default-source/indonesia-document-library/publications/secured/524e91d5377652a6943e2628c3c6c6e4.pdf?sfvrsn=676d14f9_0
Diakses pada 4 Januari 2021

Hyponatremia: A Practical Approach
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4192979/
Diakses pada 4 januari 2021

Too Much of A Good Thing? The Danger of Water Intoxication in Endurance Sport
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1872071/pdf/bjpg56-542.pdf
Diakses pada 4 januari 2021

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.