DASH, Metode Diet untuk Melawan Hipertensi

Hai, Teman Sehat, makanan yang ngga sehat dan terlalu tinggi natrium bisa berdampak pada kemungkinan kamu mengalami hipertensi. Belakangan ini, banyak sekali yang membahas tentang metode diet, DASH yang katanya bagus untuk mengatasi hipertensi. Benarkah begitu?

Masalah hipertensi yang terus meningkat

DASH, diet untuk atasi hipertensi
Foto: Pexels.com

Hipertensi terjadi karena peningkatan tekanan darah dan menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Masih banyak dari mereka yang belum sadar telah mengalami hipertensi karena gejalanya yang ngga terlalu terlihat di stadium awal.

Penyandang hipertensi terus mengalami peningkatan sepanjang tahun dan sebagian besar diderita oleh mereka yang sudah lanjut usia (lansia). Banyak faktor yang memperparah kondisi hipertensi antara lain pola makan yang salah, kegemukan, merokok, kurang istirahat dan stres.

Apa itu DASH?

DASH (Dietary Approaches To Stop Hypertension) merupakan cara yang bisa diterapkan untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Diet ini sangat popular di beberapa negara maju dan mulai banyak diterapkan oleh penyandang hipertensi untuk mengatasi tekanan darahnya.

DASH menekankan pada konsumsi makanan harian tinggi serat dan rendah lemak seperti buah dan sayur serta membatasi natrium. Uji klinis di Amerika Serikat dan Eropa Utara menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi garam bisa menurunkan tekanan darah

Cara menerapkan DASH

DASH, diet untuk atasi hipertensi
Foto; Pexels.com

Metode diet ini memiliki beberapa prinsip dalam penerapannya, seperti hal yang perlu dan ngga boleh dilakukan, antara lain:

  • Prinsip yang perlu diterapkan, yaitu mengkonsumi makanan tinggi serat (30 gram/hari) yang di dapat dari berbagai jenis buah dan sayur. Menambahkan satu porsi sayur pada makan siang di hari pertama dan makan malam pada hari berikutnya.
  • Meningkatkan asupan produk susu bebas lemak atau rendah lemak hingga tiga porsi sehari dengan tujuan meningkatkan asupan kalium, magnesium dan kalsium.
  • Membatasi konsumsi daging, jika biasa makan daging porsi besar batasi sampai setengah dari porsi biasanya. Kamu juga bisa mencoba makan tanpa daging, seperti dua hari dalam seminggu ngga mnegonsumsi daging sama sekali.
  • Gunakan makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, natrium, gula dan kalori sebagai cemilan seperti buah, kacang kering tanpa garam, kismis, crakers, yogurt bebas atau rendah lemak dan sayuran segar.
  • Membatasi asupan tinggi kalori seperti kue manis, minuman soda, cake, dan lainnya
  • Konsumsi ikan dan unggas yang mengandung Saturated Fatty Acid (SAFA) secukupnya.

Hasil penelitian penerapan DASH

DASH, diet untuk atasi hipertensi
Foto: Unsplash.com

Penelitian tentang kemampuan DASH dalam membantu mengatasi hipertensi telah banyak dilakukan. Seperti penelitian yang dilakukan pada 40 orang penderita hipertensi, telah membuktikan bahwa mereka yang menerapkan diet ini dengan tepat bisa lebih mengontrol dan menurunkan tekanan darahnya dengan baik. Selain itu, lansia yang menerapkan DASH selama 14 hari juga mampu memperbaiki tekanan darah sistolik dan diastolik.

DASH menjadi salah satu metode diet yang bisa dengan mudah digunakan untuk mengatasi hipertensi. Rutin berolahraga juga bisa memaksimalkan hasil penerapan diet ini, loh! Yuk, coba metode diet ini untuk mengatasi atau mengontrol tekanan darah. Semoga informasi ini bermanfaat, sehat selalu, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Dewi, F. U., Sugiyanto dan Yetti Wira. 2017. Pengaruh Pemberian Diet Dash Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Palangka Raya
http://e-journal.poltekkes-palangkaraya.ac.id/jfk/article/view/91

Nurmayanti, H., & Teguh, S. (2020). Effectiveness of Giving Counseling about DASH Diet toward Intake of Sodium, Potassium, Calcium, Magnesium, Physical Activities, and Blood Pressure Hypertension Patients. NUTRITURE, 1(1), 63-75. Retrieved from http://ojs.poltekkes-malang.ac.id/index.php/Nutriture/article/view/1163

Anih Kurnia, S. (2021). Self-management hipertensi. Jakad Media Publishing.
https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=a18XEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=diet+dash+untuk+hipertensi&ots=PfAq8r5-dV&sig=QqzwmMNfOyt1AGqR5wucKxbPXj0

Uliatiningsih, R., & Fayasari, A. (2019). Effect education of DASH DIET on dietary intake adherence and blood pressure of hypertension outpatients in Rumkital Marinir Cilandak. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 3(2), 120. https://doi.org/10.20884/1.jgps.2019.3.2.1924

Bagas, Mukti. 2020. Penerapan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) pada Penderita Hipertensi
http://ecampus.poltekkes-medan.ac.id/jspui/handle/123456789/2313

Apriana, R., Rohana, N., & Simorangkir, Y. (2021). Hubungan penerapan metode DASH (dietary approach to stop hypertension) dengan tingkat hipertensi.
http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/view/2083/2091
Diakses pada 16 Februari 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.