
Halo Sahabat Sehat! Mata adalah bagian anggota tubuh yang memiliki fungsi untuk melihat. Peranan vitalnya bagi kehidupan membuat mata perlu untuk dijaga dan dilindungi kesehatannya. Gangguan pada mata sering kali dialami oleh setiap orang, yakni mata kering, merah, gatal, berair, nyeri hingga pandangan kabur dan kepala terasa pusing.
Beragam masalah mata yang dijumpai seringkali menjadikan seseorang ingin mengatasinya dengan cara membeli obat tetes mata di toko obat atau apotik. Sedangkan pemilihan obat tetes mata sebaiknya disesuaikan dengan indikasi dan kebutuhan.
Ketahui ini saat membeli obat tetes mata
Obat tetes mata merupakan sediaan obat dalam bentuk cairan yang digunakan untuk mengobati dan meredakan gejala dan permasalahan yang terjadi pada mata. Kamu perlu mengetahui kondisi keluhan atau gejala pada mata yang sedang kamu alami. Hal ini sangat berkaitan dengan pemilihan jenis bahan aktif pada sediaan obat tetes mata. Upaya swamedikasi tersebut tak lepas dari risiko efek samping yang besar.
Kandungan obat tetes mata
Obat tetes mata mengandung bahan kimia yang bisa berakibat membahayakan jika digunakan sembarangan. Sediaan tetes mata bisa mengandung salin (bahan dasar), antiradang (steroid), antibakteri, antijamur dan pelumas air mata buatan. Sediaan ini juga ada yang berisi pengawet meskipun ada juga yang ngga mengandung pengawet.
Kategori keamanan obat tetes mata juga bisa dilihat dari kemasannya, yaitu adanya simbol lingkaran dengan tiga warna yang berbeda. Lingkaran hijau artinya bebas dan aman digunakan tanpa resep dokter, warna biru adalah obat bebas terbatas yang berarti boleh dibeli tanpa resep doker tetapi ada peluang risiko efek samping jika penggunaannya berlebihan, dan lingkaran merah yang bermakna wajib disertai resep dokter sebelum membeli dan menggunakan.

Bahaya dan efek samping
Penggunaan yang ngga tepat dan salah bisa membuat kamu mengalami efek yang ngga diharapkan hingga kebutaan. Ada beberapa bahaya yang perlu diwaspadai terhadap ketidaktepatan penggunaan obat tetes mata.
Diantaranya berisiko menyebabkan reaksi alergi sesudah beberapa menit meneteskan obat tetes mata, yakni mata bengkak, pusing, muntah, dan ruam. Bahan pengawet yang terkandung di dalamnya juga berisiko menyebabkan terjadinya iritasi mata pada sebagian orang.
Bukan hanya berasal dari kandungan di dalmanya, risiko kemanan juga bisa muncul dari cara penggunaan yang kurang tepat. Misalnya, risiko kontaminasi akibat bagian ujung botol mata yang menyentuh area permukaan mata saat digunakan atau keracunan akibat menelan produk (baik sengaja maupun tidak). Tutup pengaman botol yang longgar juga bisa berisiko terlepas dan masuk ke mata bila ngga digunakan dengan hati-hati.
Kandungan bahan obat aktif yang terdapat dalam sediaan tetes mata juga bisa menyebabkan kebutaan, contohnya steroid. Oleh karenanya, sebaiknya obat tetes mata ngga digunakan terlalu sering, cukup gunakan sesuai kebutuhan. Yuk, Sahabat Sehat lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan obat tetes mata.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
