Teman sehat, apakah kamu sering mengalami kesulitan saat mengungkapkan penyakitmu? Ini bisa saja terjadi saat kamu merasa canggung atau takut dengan kondisi sekitar. Nah, komunikasi yang dibangun dengan baik memegang peran penting dalam keberhasilan konsultasi, salah satu caranya yaitu dengan menerapkan komunikasi terapeutik. Yuk, simak penjelasan berikut ini!
Komunikasi terapeutik
Komunikasi terapeutik merupakan suatu cara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pasien untuk menjalin hubungan yang efektif. Tujuannya agar intervensi yang diberikan tepat dan membantu proses penyembuhan pasien. Komunikasi jenis ini bisa berjalan dengan baik, jika tenaga kesehatan memegang nilai moral dan etik yang sesuai dengan kaidah profesi, mempunyai kemampuan eksplorasi perasaan, menghargai keunikan pasien, serta mampu menciptakan hubungan saling percaya dengan pasien dan lain-lain.
Teknik komunikasi terapeutik
Berikut ini beberapa teknik terapeutik yang harus dikuasai tenaga kesehatan :

- Mendengarkan pasien dengan baik dan penuh perhatian. Banyak bicara justru membuat pasien merasa terhakimi saat menceritakan permasalahannya. Tenaga kesehatan bisa memperlihatkan sikap seperti memandang pasien dengan penuh perhatian, hindari menyilangkan kaki dan tangan, serta memberi anggukan kepala saat pasien mengungkapkan hal-hal penting
- Menanyakan pertanyaan yang sesuai. Tenaga kesehatan memberikan pertanyaan yang berfokus pada masalah pasien. Sebaiknya pertanyaan singkat dan jelas, serta hindari penggunaan bahasa ilmiah
- Mengulang ucapan klien dengan kata-kata sendiri. Ini penting untuk menyamakan persepsi antara tenaga kesehatan dengan pasien
- Fokus dan lakukan klarifikasi jika ada informasi yang kurang jelas disampaikan pasien. Pembicaraan yang dilakukan harus berfokus pada permasalahan yang dialami pasien.
Nah, tenaga kesehatan diharuskan menguasai teknik komunikasi terapeutik sehingga pasien merasa senang dan nyaman saat melakukan konsultasi. Pengetahuan, sikap, dan cara yang digunakan oleh tenaga kesehatan memiliki pengaruh besar untuk mengatasi permasalahan pasien.
Tahap komunikasi terapeutik
Tahapan yang bisa dilakukan untuk membangun komunikasi terapeutik diantaranya:

- Tahap pra-interaksi. Pada tahapan ini tenaga kesehatan terlebih dahulu harus mencari informasi pasien dan menyiapkan rencana untuk pertemuan pertama.
- Tahap perkenalan/orientasi. Tenaga kesehatan harus memperkenalkan diri dan menunjukkan sikap keterbukaan kepada pasien agar pasien juga ikut terbuka. Tahap ini akan membangun rasa percaya, menggali pikiran dan perasaan pasien, serta membicarakan tujuan dari konsultasi yang dilakukan bersama pasien.
- Tahap kerja. Tahapan ini sangat penting untuk mencari alternatif pemecahan masalah yang dialami pasien. Tenaga kesehatan perlu bersikap active listening agar bisa mendefiniskan masalah dan cara mengatasinya, serta melakukan evaluasi alternatif pemecahan masalah.
- Tahap terminasi. Tahapan ini berupa evaluasi pencapaian tujuan konsultasi, melakukan evaluasi subjektif dengan melihat perasaan pasien selama konsultasi berlangsung, menyepakati tindak lanjut dari konsultasi yang dilakukan, dan menyepakati jadwal konsultasi berikutnya.
Nah Teman Sehat, jika ngga terjalin komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien, maka kebutuhan pasien pun akan sulit dipenuhi. Stay healthy! Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

