Sahabat Sehat! Perayaan HGN tahun 2023 kali ini mengusung tema “Protein Hewani Cegah Stunting”. Namun, tahukah kamu alasan dibalik tema tersebut? Ternyata, menurut Kemenkes RI asupan protein pada ibu hamil dan anak balita masih kurang, loh!
Hal ini juga terlihat dari konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia yang masih berada di rentang paling rendah dunia menurut FAO, yakni hanya 4,97 kg/tahun/kapita. Padahal susu dengan sejuta manfaatnya terbukti untuk mencegah anak lahir pendek dan gangguan kembang. Penasaran untuk tahu lebih lanjut? Simak penjelasan berikut ini.
Apa itu susu?
Susu merupakan makanan alami lengkap berupa cairan yang diproduksi oleh kelenjar mamaea atau payudara, pada hewan mamalia maupun manusia. Susu yang diproduksi oleh payudara ibu disebut ASI, yang mana perlu diberikan eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan dan dapat dilanjutkan hingga usia 2 tahun.

Sedangkan, susu yang diproduksi hewan ternak dan biasa dikonsumsi, antara lain susu sapi, kambing, unta, dan domba. Kandungan gizi susu hewan ternak berbeda-beda, menyesuaikan tahap pertumbuhan anak yang baru dilahirkannya.
Apa saja keunggulan kandungan gizi susu?
Susu sebagai pangan hewani menyuplai energi dan protein berkualitas tinggi. Kandungan gizi mikronya antara lain kalsium, magnesium, potassium, zink, fosfor, dan vitamin B, dan tersedia dalam jumlah yang tinggi. Susu juga mengandung IGF-1 (insulin-like growth factor-1), hormon penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia 6-59 bulan. Selain itu, kandungan gizi susu lebih mudah diserap oleh usus dibandingkan pangan nabati lainnya.
Konsumsi susu bisa cegah anak lahir stunting?
Menurut Food and Nutrition Bulletin, ibu hamil yang mengonsumsi susu rutin setiap hari lebih mudah mencapai kecukupan protein dan mineralnya. Semua mineral dan protein pada susu berperan dalam pembentukan tulang janin dan mencegah kecacatan, sehingga mencegah ibu melahirkan bayi yang berpotensi stunting nantinya. Pada balita usia 2-5 tahun, konsumsi susu terbukti konsisten meningkatkan konsentrasi IGF-1 yang penting meningkatkan tinggi badan.

Berapa anjuran konsumsi susu untuk cegah stunting?
Hasil penelitian yang dilakukan di Eropa, USA, dan beberapa negara termasuk Indonesia menunjukkan konsumsi susu 245 ml/hari berefek konsisten menambah tinggi badan 0,4 cm/tahun pada anak usia 2-5 tahun. Selain itu, berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, konsumsi susu bagi ibu hamil dan anak usia 1-5 tahun cukup 1 gelas/hari. Dari sini dapat disimpulkan konsumsi susu 1-1,5 gelas/hari atau setara 200-250 ml susu sudah cukup untuk mencegah stunting.
Bagaimana cara aman mengonsumsi susu?
Pertama, jika Sahabat Sehat membeli susu kemasan di supermarket, pastikan cek kemasannya terlebih dahulu. Pilih kemasan yang masih baik, tidak bocor atau terbuka, tidak berbau menyengat dan tidak menggumpal. Kedua, carilah tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan dan pastikan susu yang dibeli belum melewati tanggal kedaluwarsanya. Selain itu, sebaiknya ngga perlu ditambahkan gula lagi, terutama bila susu tersebut untuk anak balita.
Kalau ngga ngga bisa minum susu, apa solusinya?
Disamping banyaknya manfaat susu bagi tubuh, ternyata mengonsumsi susu juga bisa menyebabkan efek ngga mengenakkan bagi sebagian orang, loh. Seseorang yang mengalami lactose intolerance, alergi, dan penyakit ginjal kronis justru disarankan untuk membatasi, bahkan menghindari konsumsi susu.
Jika kamu memiliki kondisi tersebut, alternatif pengganti lainnya, yaitu plant-based milk atau “susu” yang terbuat dari pangan nabati, seperti sari kedelai dan almond. Apabila masih memungkinakan, kamu juga bisa memilih susu rendah laktosa.
Jadi, secara garis besar bisa disimpulkan bahwa konsumsi susu secara rutin merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting. Kalau Sahabat Sehat, sudah minum susu belum hari ini?
Ditulis oleh:
Nourma Fadhilah Adnan, S.Gz
Dietitian Student in Department of Community Nutrition, IPB University
