Halo Sahabat Sehat! Mengonsumsi protein hewani menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Nah, salah satu sumber protein hewani yang mudah didapatkan adalah ikan. Lebih jelasnya, yuk simak informasi berikut mengenai konsumsi ikan untuk mencegah stunting!

Stunting itu apa sih?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurangnya asupan gizi kronis. Stunting merupakan proses yang terjadi secara berkepanjangan dari janin hingga berusia 2 tahun. Anak yang stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan dibawah anjuran yang telah ditetapkan oleh Permenkes. Anak dengan kondisi stunting, umumnya juga akan lebih rentan mengalami masalah kesehatan, seperti mudah terserang penyakit infeksi.
Manfaat Konsumsi Ikan
Ikan tentunya memiliki kandungan yang sangat baik seperti asam amino esensial, protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 18% dan asam lemak yang baik seperti omega 3. Studi kohort yang dilakukan di India tahun 2016 menjelaskan bahwa ikan sebagai salah satu zat yang dapat meningkatkan Hemoglobin pada ibu hamil, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.
Ibu hamil anemia berisiko melahirkan anak dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) maupun pendek. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan, sehingga anak menjadi stunting.
Ikan itu kaya akan protein, lemak baik omega 3 yang bagus untuk janin hingga anak-anak. Protein dapat membantu pertumbuhan, sedangkan salah satu studi dalam International Journal of Food Properties telah dibuktikan bahwa omega 3 dapat membantu perkembangan otak anak.

Ikan, Sumber Protein Hewani
Di dalam protein hewani terdapat kandungan asam amino esensial yang baik, asam amino tersebut dapat membantu pertumbuhan tulang pada anak. Studi ilmiah lain yang dimuat dalam jurnal Economics and Human Biology dan EBioMedicine juga menyebutkan memang konsumsi protein yang cukup dapat membantu menurunkan risiko mengalami stunting.
Konsumsinya seberapa banyak ?
Berdasarkan “Isi Piringku” untuk ibu hamil dan ibu menyusui, jumlah lauk pauk yang dianjurkan untuk sekali makan adalah sebanyak 50 gram. Jumlah ini setara dengan 1 potong ikan ukuran sedang.
Nah, kalau untuk anak 6-23 bulan, sebesar 30% dari isi piring diisi lauk pauk. Jadi jumlahnya sekitar 1 ekor ikan ukuran besar. Ingat itu bukan ukuran sehari, melainkan ukuran sekali makan.
Ikan yang dimasksud di sini bisa berupa ikan apapun yang tersedia. Ikan lokal yang banyak dijumpai juga punya kandungan gizi yang ngga kalah tinggi, misalnya seperti ikan kembung, lele, dan patin. Ada baiknya, menu berbahan dasar ikan mulai diperkenalkan memasuki masa MPASI, supaya kelak anak sudah terbiasa dengan rasanya.
Sahabat Sehat juga bisa mengkreasikan makanan supaya ngga berbau amis dan terlihat lebih menarik, dengan begitu anak jadi mau mengonsumsinya. Selamat mencoba dan jangan lupa share informasi ini ya.
Ditulis oleh:

Nadya I. Indryani, S.Gz
Saat ini saya sedang menempuh pendidikan Dietisien di IPB University, Bogor. Saya juga merupakan lulusan sarjana Gizi dari Universitas Diponegoro, Semarang.
