Kotoran Telinga, Perlukah Dibersihkan?

Tahukah Sahabat Sehat, kotoran telinga alaminya berperan sebagai pembersih dan pelindung telinga? Yup, kotoran telinga atau serumen dalam jumlah normal dapat menjaga telinga tetap lembab dan bersih, sehingga menghindari telinga kotor dan gatal. Lalu perlukah kotoran telinga dibersihkan? Simak faktanya berikut ini!

perlukah membersihkan kotoran telinga?
Foto: Freepik.com

Dari mana kotoran telinga berasal?

Kotoran telinga diproduksi  di bagian sepertiga bagian luar saluran telinga. Jadi bukan di bagian dalam liang telinga dekat gendang telinga ya, Sahabat Sehat. Saluran telinga itu dapat “membersihkan sendiri”, yaitu kotoran telinga dan sel kulit dari gendang telinga bergerak secara lambat dan teratur ke lubang telinga. Pergerakan tersebut dipicu dari gerakan mengunyah ataupun gerakan rahang lainnya. Nah selanjutnya, kotoran telinga tersebut akan mengering, mengelupas, dan rontok dengan sendirinya. 

Mengapa perlu ada kotoran telinga?

Kotoran telinga ada untuk menjaga kelembaban telinga agar tidak kering, juga untuk menjaga telinga dari infeksi bakteri dan gangguan benda dari luar. Jadi kotoran telinga sangat penting keberadaannya di telinga loh, Sahabat Sehat. 

Jadi, perlukah dibersihkan?

Dalam kondisi ideal atau dalam kata lain jumlah kotoran telinga masih dalam jumlah normal, kotoran telinga tidak perlu dibersihkan. Tapi ada kondisi tertentu yang menyebabkan kotoran telinga perlu dibersihkan, yaitu saat terjadi penumpukan kotoran telinga dalam jumlah cukup banyak sehingga menimbulkan gejala tertentu.

Gejala yang dapat muncul antara lain, telinga terasa sakit atau “penuh”, adanya sensasi “tersumbat” pada telinga, mengalami gangguan pendengaran sebagian, adanya suara denging atau bising di telinga, serta ketika telinga gatal, berbau, ataupun keluar cairan. Apabila Sahabat Sehat mengalami gejala tersebut, tandanya telinga perlu dibersihkan, ya!

membersihkan telinga di THT
Foto: Freepik.com

Bagaimana cara membersihkan telinga yang benar?

Pembersihan telinga dapat dilakukan dengan mencuci telinga bagian luar dengan kain, tanpa memasukkan apapun ke dalam liang telinga. Sahabat Sehat juga dapat meneteskan baby oil, gliserin atau obat tetes telinga komersial yang tersebar di pasaran yang berfungsi untuk melunakkan kotoran telinga, lalu membiarkannya bekerja dalam beberapa hari untuk merontokkan kotoran telinga yang tersumbat.

Apabila sudah tak tertahankan gejalanya, cara yang paling aman adalah dengan mengunjungi dokter THT terdekat. Dengan begitu, telinga akan dibersihkan secara profesional dengan suction ataupun irigasi. 

Demikian informasi terkait kotoran telinga yang perlu Sahabat Sehat ketahui. Semoga bermanfaat dan salam sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery. (n,d). Patient Information: Earwax. [online]

Schwarts, Seth R., et al. (2017). Clinical Practice Guideline (Update):

Earwax (Cerumen Impaction). Otolaryngology-Head and Neck Surgery 2017, Vol. 156(1S) S1–S29. [online]

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Tips Mudah Jaga Kesehatan Telinga. [online]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.