Makan Sayur dan Buah Bantu Pemulihan Pasca Stroke?

Hai, Sahabat Sehat! Pasti kamu sudah tahu bahwa konsumsi buah dan sayur yang cukup punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Termasuk juga untuk pemulihan pasca  stroke. Nah, tapi apasih yang buat konsumsi buah dan sayur itu penting untuk pemulihan pasca  stroke? Apa kandungan zat gizi yang ada didalam nya? Fungsi zat gizi tersebut untuk pemulihan pasca stroke? Dan bisa ditemukan sayur dan buah apa zat gizi tersebut? Yuk, simak  bersama. 

Zat gizi yang ada dalam sayur dan buah?

Kemenkes menganjurkan konsumsi 2,5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah per harinya  untuk masyarakat Indonesia, karena selain kandungan zat gizi makro (protein, lemak, dan  karbohidrat), sayur dan buah juga mengandung zat antioksidan dan mineral, diantaranya  termasuk kalium dan magnesium. 

Foto: Freepik

Ada banyak sekali zat yang dapat bertindak sebagai antioksidan. Zat yang paling  dikenal sebagai antioksidan, yaitu vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan karotenoid. Sayur  dan buah memiliki kandungan zat-zat tersebut. Selain itu, dibandingkan dengan sumber makanan lain (lauk pauk dan makanan pokok), sayur dan buah mengandung banyak kalium  dan sedikit natrium.

Antioksidan, kalium, dan magnesium untuk pemulihan pasca stroke 

Otak itu sangat aktif bekerja dan membutuhkan banyak energi, sehingga menghasilkan  banyak zat sisa seperti “radikal bebas.” Oleh karena itu, otak lebih mudah rusak jika ada kekurangan  oksigen atau jika terlalu banyak radikal bebas yang tidak bisa dinetralisir. Kondisi ini disebut  stres oksidatif, dan hal ini bisa memperparah masalah serius di otak, seperti stroke salah  satunya. Setelah stroke produksi radikal bebas meningkat drastis dan mengalahkan sistem  antioksidan alami, sehingga konsumsi makanan sumber zat antioksidan menjadi penting. Terdapat tiga fungsi utama dari antioksidan, yaitu menghambat produksi  radikal bebas, membersihkan radikal bebas, dan meningkatan degradasi radikal bebas. 

Magnesium penting dalam transmisi sinyal saraf. Kekurangan magnesium di otak dapat  menyebabkan ketidakseimbangan fungsi saraf. Sementara itu, kalium berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Di mana tingkat kalium yang lebih rendah berhubungan dengan  peningkatan risiko stroke berulang pada pasien. Magnesium dan kalium masing-masing  meningkatkan aliran darah otak dan menurunkan tekanan darah. Konsumsi makanan yang kaya  magnesium dan kalium setelah stroke telah terbukti dapat membantu mempercepat pemulihan  dan memperbaiki fungsi otak serta sistem saraf. Semua ini secara kolektif membantu  melindungi otak setelah stroke. 

Sayur dan buah kaya antioksidan, magnesium, dan kalium 

Foto: Freepik

Nah, bisa didapatkan dari sayur dan buah apa saja sih zat antioksidan, kalium, serta  magnesium? Sebetulnya berbagai jenis sayur dan buah memiliki kandungan zat-zat tersebut, namun pada beberapa jenis sayur dan buah memiliki kandungan yang lebih kaya. 

Sayur dan buah yang kaya kalium meliputi pisang, sayuran berdaun hijau, buah kering, jeruk,  melon, tomat, dan sayuran akar. Sayur dan buah yang kaya akan magnesium contohnya bayam,  brokoli, pisang, buah kering, dan alpukat. Sayur dan buah yang kaya akan antioksidan, antara lain brokoli, kubis, kembang kol, selada air, kacang polong, bayam, daun bawang, wortel,  kangkung, tomat, stroberi, anggur, jeruk, nanas, lemon, kurma, kiwi, dan jeruk. 

Nah, jadi itu dia Sahabat Sehat, mengapa konsumsi sayur dan buah dengan berbagai  jenis di atas menjadi penting untuk pemulihan stroke.

Ditulis Oleh:

Alexandra Regna Rosari Angger Maherarti, S.Gz
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University
Profesi Dietisien IPB University

 

Referensi

Arias A, Feijoo G, Moreira MT. 2022. Exploring the potential of antioxidants from fruits and  vegetables and strategies for their recovery. Innovative food science & emerging  technologies. 77:102974. 

Chelluboina B, Vemuganti R. 2021. Therapeutic potential of nutraceuticals to protect brain  after stroke. Neurochemistry International. 142:104908. 

Jelinek M, Jurajda M, Duris K. 2021. Oxidative stress in the brain: basic concepts and treatment  strategies in stroke. Antioxidants. 10(12):1886. 

Jideani AI, Silungwe H, Takalani T, Omolola AO, Udeh HO, Anyasi TA. 2021. Antioxidant rich natural fruit and vegetable products and human health. International Journal of  Food Properties. 24(1):41-67. 

[KEMENKES RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Pentingnya konsumsi  sayur dan buah. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2192/pentingnya konsumsi-sayur-dan-buah . Diakses pada 8 Januari 2025. 

Maier JA, Locatelli L, Fedele G, Cazzaniga A, Mazur A. 2022. Magnesium and the brain: A  focus on neuroinflammation and neurodegeneration. International journal of  molecular sciences. 24(1):223. 

Vicente AR, Manganaris GA, Darre M, Ortiz CM, Sozzi GO, Crisosto CH. 2022.  Compositional determinants of fruit and vegetable quality and nutritional value. In Post harvest handling (pp. 565-619). Academic Press. 

Wang A, Cao S, Tian X, Zuo Y, Meng X, Chen P, Li H, Zhao L, Wang Y. 2022. Lower serum  potassium levels at admission are associated with the risk of recurrent stroke in  patients with acute ischemic stroke or transient ischemic attack. Cerebrovascular  Diseases. 51(3):304-12. 

Wang Q. 2022. The role of dietary potassium and sodium in hypertension and cardiovascular  damage and protection: a narrative review. Heart and Mind. 6(1):10-5.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.